Kehendak Tuhan Islam VS Tuhan Yunani
Oleh Bahrul Ulum
Para filsosof Yunani seperti Pitagoras berkeyakinan bahwa kehendak manusia itu berdiri sendiri. Ia tidak dipengaruhi oleh kehendak apapun, termasuk kehendak Tuhan. Ini karena Pitagoras tidak percaya adanya Tuhan.
Peta Paham Pluralisme Agama di Indonesia*(1)
Ahmad Adib Musthofa**
A. Pendahuluan
Dewasa ini, pembahasan pluralitas (kemajemukan)[1] maknanya telah dikaburkan[2] kaum liberal menjadi pluralisme. Salah satu yang membingungkan adalah pendefinisian Pluralisme yang dimaknai sebagai bentuk sikap dari pluralitas.[3] Padahal pluralitas adalah sebuah keniscayaan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan,[4] sehingga kehadirannya tidak dapat dihindari dan sudah menjadi sunnatullah.[5] Pluralisme agama diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran keagamaan. Sehingga diharapkan seluruh pemeluk agama bersifat inklusif (terbuka) terhadap pemeluk agama lain, sebab Tanpa pandangan pluralis, kerukunan umat beragama tidak mungkin terjadi.[6] Pluralisme bukan hanya menoleransi adanya keragaman agama, tetapi mengakui kebenaran masing-masing pemahaman serta menghilangkan klaim kebenaran dalam agamanya,[7] setidaknya menurut logika para pengikutnya. Maka pluralisme dijadikan sebagai bentuk konkrit dalam menjalankan kerukunan berargama.[8]
Abdullah Ahmed An-Na’im & Corruption of Knowledge
Inpasonline, 16/7/10
“Na’im adalah seorang liberal kaffah,” tegas Dr.Hamid Fahmy Zarkasyi yang berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan pemikir Sudan yang pemikirannya besar dan berkembang di Amerika Serikat ini. Sedangkan Dr. Adian menyebut Abdullahi Ahmed An-Na’im sebagai tragedi.
Percepat Langkahmu!
Tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam kian lama kian besar serta berat. Sebagai seorang Muslim, kita dilarang untuk pesimis. Yang harus dikembangkan adalah sikap optimis serta pantang surut. “Islam tidak mengajarkan kita untuk berleha-leha dan berlambat-lambat. Para Nabi adalah orang-orang yang berhasil. Mereka adalah uswah kita”, jelas KH.Ihya’ Ulumuddin, Sabtu, 10 Juli 2010 dalam perhelatan Multaqo Sanawiy ke-XI di Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Batu, Malang.
Dr.Syamsuddin Arif Mengurai Kontroversi Filsafat di UNAIR
Inpasonline/13/7/1o
Layakkah filsafat Islam masuk dalam tradisi intelektual Islam? Setidaknya tiga pertanyaan ini yang dibahas dalam Diskusi Iilmiah Reguler (DIR) InPAS. Pertanyaan yang dilontarkan Dr.Syamsuddin Arif,MA ini mengawali diskusi ilmiah yang diselenggarakan oleh InPAS bekerjasama dengan Sie Kerohanian Islam (SKI) Fakultas Budaya UNAIR beberapa waktu lalu.