Gaza Tidak Membutuhkanmu!
Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.
Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.
Al Muhaddits Anwar Syah Al Kasymiri :Pensyarah Shahih Al Bukhari dari “Negeri Musim Semi”
Oleh Thoriq
Saat itu, Syaikh Mu’adzam Syah, secara rutin mengajarkan kepada putra laki-lakinya kitab Mukhtashar Al Quduri, rujukan fiqih dalam madzhab Hanafi. Nyatanya, sang putra memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, banyak pertanyaan yang terlontar dari mulutnya di tengah-tengah proses belajar. Karena sulitnya menjawab pertanyaan si anak, pernah ulama Kashmir ini terpaksa harus menela’ah kitab Al Hidayah, rujukan dalam madzhab Hanafi yang lebih tinggi, untuk menjawabnya.Penodaan Agama Lewat Facebook, Isu RPM Konten Bangkit Kembali
Inpasonline,20/5/10
Lomba sketsa Nabi Muhammad di situs jejaring sosial Facebook terus menuai kecaman. Tidak hanya lewat tulisan, kini muncul gerakan boikot penggunaan Facebook oleh puluhan ribu orang dari berbagai negara. Isu RPM Konten bangkit kembali.
Menimbang kembali Pendidikan Multikulturalisme
Peserta Program Kaderisasi Ulama ISID (Institut Studi Islam Darussalam) Gontor angkatan ke tiga
Arus globalisasi terus mengalir dalam kehidupan masyarakat. Beberapa agenda-agendanya diluncurkan dan ditawarkan dipenjuru wilayah. Liberalisme, sekulerisme, pluralisme adalah agenda globalisasi, paham-paham tersebut terus menggerogoti pola pikir masyarakat. Kehadiran globalisasi perlu diwaspadai, sebab dari bebarapa agendanya sangat membahayakan bagi kehidupan masyarakat, baik sosial, budaya, politik bahkan agama. Salah satu wacana yang hadir dalam kehidupan masyarakat pada saat sekarang adalah istilah multikulturalisme. pada tulisan ini akan membahas tentang multikulturalisme.
Posmodernisme : Politik Pemikiran Menantang Islam
Kartika Pemilia Lestari*
Sekarang ini kita memasuki era posmodernisme. Kita hidup pada zaman yang mengalami perubahan dramatis. Struktur yang telah bertahan dari generasi ke generasi sedang mengalami keruntuhan, atau diruntuhkan.