Mengungkap Kekeliruan Agus Mustofa
Inpasonline, 9/8/10
Di kalangan masyarakat awam perkotaan, kemunculan Agus Mustofa sebagai penulis buku-buku Islam telah menjadi sebuah fenomena. Banyak di kalangan mereka yang “termakan” dengan pemikiran mantan wartawan Jawa Pos ini. Padahal, pemahaman keagamaan Agus Mustofa yang tertuang dalam serial buku diskusi tasawuf modern didapati sekian banyak kesalahan dan kekeliruan.
“Nabi” Gatot, Berkeliaran di Surabaya
Berita tentang seseorang yang mengaku Nabi, beberapa waktu lalu telah merasahkan kaum muslimin. Lelaki yang mengaku sebagai Nabi itu bernama Gatot Kusuma Wardana atau biasa disingkat GWK.
Pengaruh Orientalis dalam Penafsiran Al Qur’an
Oleh Bahrul Ulum
Alphonse Mingana, seorang orientalis dan pendeta Kristen asal Iraq, pada tahun 1927 mengatakan, "Sudah tiba saatnya sekarang melakukan studi kritis terhadap teks Al-Qur'an sebagaimana telah kita lakukan terhadap kitab suci Yahudi yang berbahasa Ibrani-Arami dan kitab suci Kristen yang berbahasa Yunani,'.
Lawan Kemunkaran Informasi dengan Pers Unggul
Inpasonline, 2/8/10
“Kapitalisme Pers dan Umat Islam”. Itu adalah tema seminar menarik yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR, Sabtu, 31/7/2010, pukul 09.00-13.00 WIB. Acara menjadi lebih bermakna karena paparan tiga pembicara begitu mendalam, sebab masing-masing memiliki kapabilitas di tema itu.
Strategi Dan Taktik Dalam Memimpin Organisasi Pendidikan Islam
Ainul Yaqin
1. Pendahuluan
Tujuan pokok dari pendidikan Islam adalah mendidik budi pekerti dan pembentukan jiwa.[1] Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, hasil yang ingin dicapai dari pendidikan Islam adalah menciptakan manusia beradab dalam pengertian yang menyeluruh meliputi kehidupan spiritual dan material.[2] Orang yang terpelajar dalam pandangan Islam adalah orang yang beradab, yaitu orang yang menyadari sepenuhnya tanggungjawab dirinya kepada Allah, memahami dan menunaikan keadilan terhadap diri sendiri dan orang lain dalam masyarakat, dan terus berupaya untuk meningkatkan setiap aspek dalam dirinya menuju kesempurnaan sebagai manusia yang beradab.[3]