Category: Worldview

  • Islamisasi

    Islamisasi

    Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi Inpasonline.com-Pada tahun 1992 disela-sela sebuah seminar di Gontor Prof.Dr. Mukti Ali tiba-tiba nyeletuk, “Bagi saya Islamisasi ilmu pengetahuan itu omong kosong. Apanya yang diislamkan, ilmu kan netral….”. Sebelum selesai bicara Prof.Dr. Baiquni yang waktu itu bersama beliau, langsung menimpali “Pak Mukti tidak belajar sains, jadi tidak tahu dimana tidak Islamnya ilmu…

  • Kebenaran

    Kebenaran

    Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi Inpasonline.com-“Semua adalah relatif” (All is relative) merupakan slogan generasi zaman postmodern di Barat, kata Michael Fackerell, seorang missionaris asal Amerika. Ia bagaikan firman tanpa tuhan, dan sabda tanpa Nabi. Menyerupai undang-undang, tapi tanpa penguasa. Tepatnya dokrtin ideologis, tapi tanpa partai. Slogan itu memang enak didengar dan menjanjikan kenikmatan syahwat manusiawi. Baik…

  • Filsafat Tafsir

    Filsafat Tafsir

    Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi Inpasonline.com-Seorang dosen universitas Islam kenamaan suatu ketika ditanya mahasiswanya tentang status Alquran dalam kajian sains dan humaniora. Jawabnya, “Sains adalah sains, kitab suci adalah kitab suci. Biarkanlah Alquran sebagai firman Tuhan di atas sana.” Jawaban ini maksudnya Alquran adalah kitab suci yang sulit dipahami dan tidak ada hubungannya dengan sains dan…

  • Syahwat Pikiran

    Syahwat Pikiran

    Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi Inpasonline.com-Orang berzina, membunuh, mencuri itu karena syahwat. Orang korupsi, merampok, memanipulasi itu karena dorongan syahwat. Ada pula orang berbeda pendapat dan berselisih hingga bermusuhan karena syahwat. Bahkan boleh jadi ada orang bertausiyah, menyalahkan orang lain dengan penuh syahwat. Syahwat adalah nafsu atau hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia tapi juga…

  • Berfikir dan Beriman

    Berfikir dan Beriman

    Oleh: Hamid Fahmy Zarkasyi Inpasonline.com-Seorang dosen filsafat Islam di sebuah universitas Islam tiba-tiba memulai kuliahnya dengan kata-kata yang provokatif. Ia mengatakan:”Kita sekarang berlajar filsafat, maka masukkan iman kalian ke dalam saku terlebih dahulu.” Tidak jelas apa yang dimaksud, ia pun meneruskan kuliahnya. Apa yang dikuliahkan itu tidak penting. Tapi cara berfikir dosen itu penting dibahas.…