Author: admin

Pemikiran Islam

Peta Paham Pluralisme Agama di Indonesia*(1)

Ahmad Adib Musthofa**

 

A. Pendahuluan

Dewasa ini, pembahasan pluralitas (kemajemukan)[1] maknanya telah dikaburkan[2] kaum liberal menjadi pluralisme. Salah satu yang membingungkan adalah pendefinisian Pluralisme yang dimaknai sebagai bentuk sikap dari pluralitas.[3] Padahal pluralitas adalah sebuah keniscayaan bahwa di negara atau daerah tertentu terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup secara berdampingan,[4] sehingga kehadirannya tidak dapat dihindari dan sudah menjadi sunnatullah.[5] Pluralisme agama diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran keagamaan. Sehingga diharapkan seluruh pemeluk agama bersifat inklusif (terbuka) terhadap pemeluk agama lain, sebab Tanpa pandangan pluralis, kerukunan umat beragama tidak mungkin terjadi.[6] Pluralisme bukan hanya menoleransi adanya keragaman agama, tetapi mengakui kebenaran masing-masing pemahaman serta menghilangkan klaim kebenaran dalam agamanya,[7] setidaknya menurut logika para pengikutnya. Maka pluralisme dijadikan sebagai bentuk konkrit dalam menjalankan kerukunan berargama.[8]

Nasional

Percepat Langkahmu!

Inpasonline, 13/7/10

Tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam kian lama kian besar serta berat. Sebagai seorang Muslim, kita dilarang untuk pesimis. Yang harus dikembangkan adalah sikap optimis serta pantang surut. “Islam tidak mengajarkan kita untuk berleha-leha dan berlambat-lambat. Para Nabi adalah orang-orang yang berhasil. Mereka adalah uswah kita”, jelas KH.Ihya’ Ulumuddin, Sabtu, 10 Juli 2010 dalam perhelatan Multaqo Sanawiy ke-XI di Pesantren Nurul Haromain, Pujon, Batu, Malang.