Year: 2012

Opini

Melawan dengan Tak Menonton Filmnya

Oleh Sirikit Syah

Sebagaimana peristiwa 9/11, sekali lagi, para pemfitnah berhasil mengadu domba antara Barat dan Islam. Peristiwa 9/11 yang memicu penjajahan modern di beberapa negara Timur Tengah, sampai sekarang masih menyimpan tanda tanya tentang siapa dalang di balik itu. Para aktor atau pelaku sudah tewas dalam melaksanakan “tugas”nya. Yang dikambing-hitamkan sudah hancur lebur (Irak, Afghanistan, kaum Muslim tak berdosa di Guantanamo). Namun siapa dalang dan mengapa itu terjadi, tidak pernah terungkap sampai sekarang. Selain menuduh Bin Laden dan kaum fundamentalis Islam, tak sedikit orang menyangka itu kerjaan Mossad, atau bahkan pemerintahan Bush sendiri. Secara teknik dan kasat mata, memang tidak masuk akal/logika bahwa gedung sekokoh itu runtuh dengan rapi bila hanya ditabrak sebuah pesawat.

 

Opini

Siapa Menolak Fatwa Syiah Sesat?

Oleh M. Anwar Djaelani

 

Dunia makin aneh! Misal, cukup banyak yang menyoal -tanpa alasan yang meyakinkan- fatwa Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) yang bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang “Kesesatan Ajaran Syiah” dan bertanggal 21/01/2012. Bahkan, ada yang memintanya dicabut. Tepatkah sikap-sikap itu?

 

Nasional

Sekjen MIUMI: Kaum Liberal Jangan Buat Film Menghina Agama

 

Terkait film anti-Islam “Innocence of Muslims” yang memicu demo besar-besaran, Bachtiar Nasir -Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama’ Muda Indonesia)- mengingatkan kaum Liberal Indonesia untuk tidak membuat film yang menista agama.

“Film ini (Innocence of Muslims) juga sebagai warning bagi mereka yang menuhankan kebebasan berekspresi. Termasuk di Indonesia. Saya dengar ada yang bikin film lagi berlatar belakang pesantren,” ujarnya.

 

Nasional

“Sunni-Syiah miliki sejumlah perbedaan prinsipil”

 

Di sepanjang sejarah, Sunni dan Syiah belum pernah bersatu. Apakah Syiah itu madzhab seperti halnya madzhab Syafi’i, Hambali dan lain-lainya? “Jika ditelaah dari sisi konsep tauhidnya, Sunni dan Syiah ternyata memiliki sejumlah perbedaan prinsipil,” demikian ungkap Kholili Hasib, M.A., dalam diskusi Sabtuan InPAS (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam), pada 15/10/2012 di Masjid Nuruzzaman Kampus Unair Surabaya.