Din, Syiah, dan Muhammadiyah
Oleh M. Anwar Djaelani
“Din: Muhammadiyah Keberatan Fatwa Sesat Syiah” (www.kompas.com 07/09/2012). Jika benar Din Syamsuddin menggugat keberadaan Fatwa MUI Jatim tentang “Kesesatan Ajaran Syiah”, maka kepada dia patut disoal: Tepatkah sikap itu?
Ahlul Bait, Syiah atau Ahlussunnah?
Oleh Kholili Hasib
Pada acara miladnya ke-63, Rabu 29 Agustus 2012, Jalaluddin Rahmad (Kang Jalal) memberi penjelasan bahwa para habaib yang menyebarkan agama Islam dulu adalah Syiah. Dugaan Jalal itu diulang dalam wawancara dengan TEMPO pada 29/08/2012 disertai penjelasan agak lebih detil.
Prof. Baharun: Untuk Memahami Syiah, Pelajari Kitab-Kitab Standarnya
Ukhuwah Syi’ah–Sunnah dalam Timbangan
Oleh Ainul Yaqin
Pada sebuah kesempatan dialog, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori punya pengalaman ‘menarik’. Seorang peserta dengan nada menggebu-gebu mengritik pedas keluarnya fatwa MUI Provinsi Jawa Timur tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah. Menurutnya, keluarnya fatwa tersebut bukan saja tidak memberikan contoh yang baik, tapi sangat mencederai ukhuwah Islamiyah. Si peserta ini juga menyodorkan buku berjudul Al-Muraja'at tulisan Abdul Husein Syarafuddin al-Musawi seorang tokoh Syi’ah yang telah di-Indonesiakan dengan judul Dialog Sunnah Syi’ah. Menurunya lagi, buku ini menyajikan sebuah dialog yang baik antara Ahlussunnah dan Syi’ah, sehingga darinya bisa disimpulkan bahwa Syi’ah adalah Sunni, dan Sunni adalah Syi’ah.
Tauhid Syiah dan Ahlussunnah Berbeda Jauh
Oleh Kholili Hasib
Tauhid dalam keyakinan Syiah dan Ahlussunnah memiliki sejumlah titik pembeda. Dalam keyakinan Syiah, tauhid yang murni dikonsepsikan satu paket dengan imamah. Imamah sendiri merupakan kepercayaan paling sentral. Kepercayaan terhadap imamah menjadi syarat mutlak untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.