Sambut Kebangkitan Islam Tanpa Pertumpahan Darah
Inpasonline, 21/05/11
Suatu peradaban akan bangkit, jika elemen-elemen pembentuknya terintegrasi dalam satu komunitas yang besar. Persoalannya sekarang, bagaimana Negara-negara Islam saat ini membangun elemen-elemen peradaban Islam itu secara integral.
Menurut Dr. Siti Muti’ah Setiawati,MA, dosen Kajian Timur Tengah (KTT) Pascasarjana UGM Yogyakarta, sesungguhnya masyarakat Eropa telah memberi contoh bagaimana cara suatu bangsa itu bisa bangkit. Saat ini Eropa telah memiliki mata uang tunggal yaitu Euro. Sebelumnya mereka membentuk komunitas, seperti kerjasama perdagangan besi dan batu bara. Kerjasama inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
Bahasa Arab Wajib di Sekolah-sekolah Israel
Inpasonline, 20/5/11
Pemerintah Israel menyetujui program baru yang akan menetapkan Bahasa Arab sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Israel Utara. Pelajaran Bahasa Arab mulai diberlakukan di kelas lima.
Feminis Saudi Serukan Poliandri
Arab Saudi kita kenal sebagai negara yang menerapkan aturan ketat bagi wanita. Namun siapa sangka, Arab Saudi ternyata mampu melahirkan seorang penulis liberal-feminis yang bernama Nadine el-Bedair. N
adine lahir pada 4 Oktober 1978, dari pasangan pengusaha Saudi Sulaiman El-Bedair dan Nabilah Nazir. Saat ini Nadine menetap di Dubai.
MUI: Jangan Asal Datang, Lihat Keterkaitan NII KW IX dengan Al-Zaytun
Inpasonline, 19/5/11
Sikap Menteri Agama yang terkesan membela Al-Zyatun mendapat respon dari MUI Pusat. Menurut MUI, untuk membuktikan keterkaitan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan asal datang ke Ma'had Al Zaytun.
Hedi Muhammad: Pernyataan Menteri Agama tentang Al-Zaytun Prematur
Kamis pagi (12/5) Hedi Muhammad,Koordinator Tim Investigasi Aliran Sesat [TIAS] Sekretaris Jenderal Forum „Ulama Ummat Indonesia [FUUI], mengatakan bahwa pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali mengenai Al-Zaytun tidak terkait NII-Gadungan, sebagai pernyataan prematur.
Hedi Muhammad juga mengatakan bahwa Menteri Agama tidak mengkaji terlebih dahulu hasil penelitian Litbang Depag yang justru menemukan hubungan antara NII-Gadungan dengan Al-Zaytun.
Pada siang harinya Menteri Agama membantah dengan mengatakan: “Bisa saja dibilang prematur. Tapi yang saya sampaikan itu konfirmasi dari penelitian litbang. Litbang sangat komprehensif dari guru, murid dan literatur, juga kurikulum. Penelitian itu bukan penelitian abal-abal, tapi punya kualitas.” Dan keesokan harinya Menag berkata: “Saya sendiri sudah membaca juga hasil penelitian itu”.
Berikut Wawancara dengan Hedi Muhamamad: