Melawan dengan Tak Menonton Filmnya
Oleh Sirikit Syah
Sebagaimana peristiwa 9/11, sekali lagi, para pemfitnah berhasil mengadu domba antara Barat dan Islam. Peristiwa 9/11 yang memicu penjajahan modern di beberapa negara Timur Tengah, sampai sekarang masih menyimpan tanda tanya tentang siapa dalang di balik itu. Para aktor atau pelaku sudah tewas dalam melaksanakan “tugas”nya. Yang dikambing-hitamkan sudah hancur lebur (Irak, Afghanistan, kaum Muslim tak berdosa di Guantanamo). Namun siapa dalang dan mengapa itu terjadi, tidak pernah terungkap sampai sekarang. Selain menuduh Bin Laden dan kaum fundamentalis Islam, tak sedikit orang menyangka itu kerjaan Mossad, atau bahkan pemerintahan Bush sendiri. Secara teknik dan kasat mata, memang tidak masuk akal/logika bahwa gedung sekokoh itu runtuh dengan rapi bila hanya ditabrak sebuah pesawat.
Siapa Menolak Fatwa Syiah Sesat?
Oleh M. Anwar Djaelani
Dunia makin aneh! Misal, cukup banyak yang menyoal -tanpa alasan yang meyakinkan- fatwa Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) yang bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang “Kesesatan Ajaran Syiah” dan bertanggal 21/01/2012. Bahkan, ada yang memintanya dicabut. Tepatkah sikap-sikap itu?
Din, Syiah, dan Muhammadiyah
Oleh M. Anwar Djaelani
“Din: Muhammadiyah Keberatan Fatwa Sesat Syiah” (www.kompas.com 07/09/2012). Jika benar Din Syamsuddin menggugat keberadaan Fatwa MUI Jatim tentang “Kesesatan Ajaran Syiah”, maka kepada dia patut disoal: Tepatkah sikap itu?
Ahlul Bait, Syiah atau Ahlussunnah?
Oleh Kholili Hasib
Pada acara miladnya ke-63, Rabu 29 Agustus 2012, Jalaluddin Rahmad (Kang Jalal) memberi penjelasan bahwa para habaib yang menyebarkan agama Islam dulu adalah Syiah. Dugaan Jalal itu diulang dalam wawancara dengan TEMPO pada 29/08/2012 disertai penjelasan agak lebih detil.
Ukhuwah Syi’ah–Sunnah dalam Timbangan
Oleh Ainul Yaqin
Pada sebuah kesempatan dialog, Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur KH Abdusshomad Buchori punya pengalaman ‘menarik’. Seorang peserta dengan nada menggebu-gebu mengritik pedas keluarnya fatwa MUI Provinsi Jawa Timur tentang Kesesatan Ajaran Syi’ah. Menurutnya, keluarnya fatwa tersebut bukan saja tidak memberikan contoh yang baik, tapi sangat mencederai ukhuwah Islamiyah. Si peserta ini juga menyodorkan buku berjudul Al-Muraja'at tulisan Abdul Husein Syarafuddin al-Musawi seorang tokoh Syi’ah yang telah di-Indonesiakan dengan judul Dialog Sunnah Syi’ah. Menurunya lagi, buku ini menyajikan sebuah dialog yang baik antara Ahlussunnah dan Syi’ah, sehingga darinya bisa disimpulkan bahwa Syi’ah adalah Sunni, dan Sunni adalah Syi’ah.