Net Generation Melintas Batas
Inpasonline.com, 08/07/11
Sidoarjo-Di tengah perkembangan teknologi informasi yang makin canggih dan kehadiran internet, sebutan yang acapkali akrab terdengar untuk menggambarkan kemunculan kelompok remaja di era revolusi informasi adalah Net Generation. Penyebutan ini bisa dipahami, karena dari fenomena yang terlihat menunjukkan adanya kecenderungan yang sangat radikal dari kelompok remaja untuk terpapar dan memanfaatkan inovasi teknologi internet.
Islam vis a vis Demokrasi
Inpasonline.com, 08/07/11
Meski terdengar klise, demokrasi terus menjadi “komoditas unggulan” di kalangan akademisi di Timur maupun di Barat. Tarik-ulur kompatibilitas Islam dan demokrasi semakin keras seiring semakin tegangnya hubungan Barat dan Islam pasca tragedi 11 September.
Kemerdekaan dan Pengakuan : Sebuah Identitas Bernama ‘Negara Palestina’
Kartika Pemilia Lestari*
inpasonline.com, 08/07/11
Bangsa Palestina terus melakukan perjuangan demi lepas dari penjajahan Israel serta melakukan rebuild atau membangun kembali dirinya sebagai sebuah negara yang berdaulat. Kemerdekaan dan kedaulatan merupakan identitas terpenting dalam metamorfosis sebuah entitas menjadi sebuah negara. Oleh karena itu, komitemen serta konsistensi bangsa Indonesia dalam mendukung perjuangan bangsa Palestina layak mendapatkan apresiasi serta dukungan dari dunia internasional dan segenap rakyatnya.
Pakar Pluralisme Melakukan ‘Rihlah Ilmiah’ di Jawa Timur
Inpasonline.com, 06/07/11
SURBAYA - Pakar Pluralisme agama, Dr. Anis Malik Thoha, memanfaatkan waktu liburannya untuk melakukan rihlah ilmiah di Jawa Timur. Tidak seperti rihlah biasanya yang pergi ke tempat-tempat rekreasi, tapi rihlah yang dilakukan oleh Dosen IIUM Kuala Lumpur ini adalah menghadiri undangan beberapa Pesantren dan Kampus di Jawa Timur.
PM New Zealand: Tidak boleh ada diskriminasi bagi pemakai cadar
WELLINGTON-Perdana Menteri New Zealand, John Key kemarin menyatakan bahwa wanita Islam yang memakai cadar tidak sepatutnya mendappat perlakuan diskriminasi.
Hal ini setelah dua wanita Arab Saudi yang memakai cadar dilaporkan telah diminta turun dari sebuah bis di negara itu.