Mengenakan Jilbab, Antara Muslimah Indonesia dan Malaysia
Inpasonline.com, 13/07/11
JAKARTA - Wajib atau tidaknya mengenakan jilbab bagi setiap perempuan Muslim berbeda antara satu negara dan negara lainya. Indonesia dan Malaysia misalnya, dua negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di Asia Tenggara juga memiliki pandangan berbeda soal memakai jilbab.
Baznas Akan Selenggarakan Konferensi Zakat Internasional
Inpasonline.com, 13/07/11
JAKARTA - Badan Zakat Nasional (Baznas) akan menyelenggarakan Konferensi Zakat Internasional pada 19-21 Juli 2011 di Bogor dengan agenda utama membahas pertumbuhan zakat yang pesat dengan potensi sekitar 600 miliar dolar AS di seluruh dunia.
Saatnya Mengekspor Ulama
Inpasonline.com, 09/07/11
Masalah terbengkalainya TKI di luar negeri itu bukan masalah baru bagi Indonesia, khususnya bagi TKI yang berada di Arab Saudi dan Malaysia. Beragam kasus pahit yang menimpa TKI terekam dalam headline media-media di tanah air. Pada tahun 2004 muncul kasus Nirmala yang ditemukan dalam keadaan babak belur dan terlunta-lunta di jalanan Kuala Lumpur. Kemudian yang terbaru adalah kasus TKI di Arab Saudi yang dihukum pancung tanpa adanya proses pengadilan yang transparan.
Pendidikan Nasional, Apa Kabar?
Oleh M. Anwar Djaelani
Inpasonline.com, 09/07/11
Wajah pendidikan nasional akan sangat indah andai apa yang didesain Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional dapat kita wujudkan. Bagaimanakah realitas di lapangan?
Mulia, Oh …
Bacalah Undang-undang tentang Sistim Pendidikan Nasional itu. Di pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Peran Kolonial Belanda Dalam Konflik Islam dan Jawa
M. Masykur Ismail
(Peneliti InPAS)
Inpasonline.com, 09/07/11
Pendahuluan
Para pengkaji sejarah Islam di Indonesia hampir semuanya sepakat bahwa Islam disebarkan dan dikembangkan di wilayah Nusantara ini dengan cara yang damai. Pada umumnya, penduduk di kepulauan ini menerima dan memeluk agama yang dibawa Nabi Muhammad (saw) ini secara suka rela, tanpa dilatarbelakangi dengan adanya suatu paksaan atau tekanan. Tentu saja keyakinan akan kebenaran ajaran Islam menjadi pertimbangan utama penduduk Nusantara waktu itu, di samping pertimbangan politis dan ekonomis.[1] Tidak heran jika ajaran dan kebudayaan Islam mengalir sangat deras dari tanah Arab maupun wilayah Islam lainnya ke tanah Indonesia ini. Bahkan agama Islam menjadi agama mayoritas yang dipeluk oleh penduduk Nusantara, dan dalam batas tertentu, Islam menjadi pembentuk jati diri penduduk Indonesia.