Refleksi Atas Wafatnya KH. Zainuddin MZ
Wafathya KH. Zainuddin MZ pada Selasa, 5 Juli 2011 selain memberikan kesedihan tersendiri, juga memberikan motivasi kepada umat Islam Indonesia untuk bergiat mencetak ulama pengganti ulama-ulama yang telah wafat. KH. Zainuddin MZ pernah menjadi sebuah fenomena pada era 1980-an dan 1990-an. Tepat kiranya jika KH. Zainuddin MZ dijuluki ‘dai sejuta umat’. Di era dimana TV belum menjadi focus of view, ribuan umat Islam berbondong-bondong menuju lapangan atau gedung pertemuan demi mendengarkan ceramah beliau. Bukan itu saja. Suara beliau yang sangat khas berkumandang dimana-mana, baik public space maupun domestic place lewat kaset-kaset yang berisi ceramah beliau.
Pluralisme Agama Bisa Picu Problem Sosial
Selama ini pluralisme baik secara terminologi maupun kandungan ideologinya ternyata masih banyak disalah pahami. Secara simplitis dan gegabah pluralisme hanya disinonimkan dengan kata toleransi. Penyamaan ini biasanya hanya mengambil dari salah satu arti pluralisme secara etimologis, bukan epistemologis.
Siami, Siyam, dan Kejujuran
Oleh M. Anwar Djaelani
Ketiga kata yang terangkai pada judul di atas –insyaAllah- cukup berkait erat. Pertama, Siami adalah wanita jujur pengungkap praktik contek massal saat UN 2011 di sebuah SD di Surabaya. Kedua, siyam atau puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadhan. Ketiga, kejujuran adalah salah satu keadaan yang akan tercipta jika kita berpuasa.
Edward Said dan Palestina : Sebuah Identitas
Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline, 3/07/11
Edward Said (1935-2003), salah seorang intelektual paling berpengaruh di dunia yang tersohor atas kajiannya tentang Orientalisme. Penerima 20 gelar doktor honoris causa dari 16 univeristas dan penulis lebih dari 20 buku yang telah diterjemahkan ke dalam 36 bahasa. Terakhir menjabat sebagai Profesor Sastra Inggris dan Sastra Komparasi Universitas Columbia. Ia telah menyampaikan Reith Lectures untuk BBC, Rene Wellek Memorial Lectures di Universitas California-Irvine, Henry Stafford Little Lecture di Princeton, dan Empson Lectures di Universitas Cambridge. Ia anggota American Academy of Arts and Sciences, Royal Society of Literature, The American Philoshopical Society, dan American Academy of Arts and Letters.
Di India, Beberapa Orang Tua Tidak Rela Punya Anak Perempuan
inpasonline.com, 30/06/11
NEW DELHI — Dulu, di zaman Jahiliyah, anak perempuan dianggap bukan berkah, melainkan sumber aib yang memalukan. Kini, di India kodrat wanita diingkari. Tak sedikit anak perempuan yang menjadi korban pembunuhan orangtua sendiri, bahkan anak perempuan dibunuh saat masih berada di dalam rahim (aborsi). Ketika sudah lahir, ratusan bocah perempuan dioperasi ganti kelamin menjadi laki-laki.