Category: Opini

Opini

Sikap Anti-FPI: Resistensi Menuju Negara Beradab

 

Oleh Kholili Hasib*

               Cita-cita Indonesia menuju Negara yang berperadaban, beretika dan religius tampaknya masih menemui jalan terjal. Apalagi resistensi itu dimunculkan oleh tokoh-tokoh agama dan bahkan pejabat kenegaraan. Keberadaan ormas yang memperjuangkan keadaban masyarakat Indonesia justru distigma negatif.

Opini

Potret Kegagalan Pendidikan Akidah

Oleh Kholili Hasib, peneliti di InPAS

 

Belum lama ini PIMPIN (Institut Pemikiran dan Pembangunan Insan) Bandung mengadakan Daurah Nasional Pendidikan Islam selam dua hari mulai tanggal 10 sampai 11 Frebruari 2012. Daurah yang diikuti 80 peserta dari Bandung, Tasik, Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya ini mengambil tema menarik, “Dari Pendidikan Menuju Kebangkitan”.

Opini

Maksiat di Sekitar Valentine’s Day

Oleh M. Anwar Djaelani

 Situs www.detik.com 14/02/2012 menurunkan berita bahwa di Jombang di “Hari Valentine Sejumlah ABG di Kamar Hotel Terjaring Razia”. Lalu, harian SURYA di tanggal yang sama memberitakan bahwa aparat berwenang di Surabaya memerketat penjagaan tempat-tempat hiburan yang biasanya menjadi jujugan anak muda di Hari Valentine. Beritanya berjudul “Pelototi Lokasi Rawan Mesum”.

Opini

“Ayat” di Tugu Tani Jakarta

Oleh M. Masykur Ismail*

 Sungguh banyak kejadian yang –mestinya- bisa mengantarkan kita menjadi lebih bijaksana. Salah satunya adalah tragedi kecelakaan maut di Tugu Tani Jakarta yang merenggut nyawa sembilan orang yang tidak bersalah. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi siapapun terkait bahaya minuman keras (miras) bagi pengonsumsinya.

Opini

Jangan Ciderai ‘Ruh’ Kerudung!

Oleh M. Anwar Djaelani
 
Nama Afriyani sontak melambung. Pertama, pada 22/01/2012 -di Jakarta- mobil yang dikemudikan wanita yang baru pulang dari ‘safari dugem’ itu menabrak 13 orang dan 9 di antaranya meninggal. Kedua, saat diperiksa, dia tampil berkerudung. Artinya, dia memerpanjang daftar wanita yang tiba-tiba kerap berkerudung saat menghadapi masalah hukum.