Islamisasi Media Massa
(Anggota Centre For Islamic & Occidental Studies ISID Gontor)
Jika melihat fenomena yang terjadi sekarang, kita akan menemukan banyak hal di media massa yang begitu jauh dari nilai-nilai keislaman. Sebagian besar, berita-berita yang disajikan oleh media massa sangat jauh dari aspek akhlak dan moral. Ukuran keberhasilan tayangan yang diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik hanya sekedar dilihat dari permintaan pasar. Akibatnya, akhlak dan moral dikesampingkan. Aturan agama di nomor sekiankan. Yang terjadi, adab yang seharusnya dipentingkan dan menjadi tujuan utama acara di media massa terabaikan. Akhirnya, terbentuklah masyarakat yang berkebiadaban bukan masyarakat yang berkeadaban.
Membentengi Islam dengan Kristologi -Mengenang KH Abdullah Wasi’an-
Oleh M. Anwar Djaelani
“Innalillah, Kristolog Senior Abdullah Wasi’an Berpulang”. Itu, judul berita di www.hidayatullah.com edisi 16/2/2011. Berita itu menyentak berbagai kalangan. Banyak yang merasa kehilangan atas kepergiannya.
Pentingnya Bahasa Arab dalam Memahami Al-Quran
Kaum Muslimin meyakini bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan oleh Sang Pencipta Alam. Ia adalah kalam Allah yang berbeda dengan teks-teks buatan manusia seperti buku, koran atau majalah. Karenanya, dalam memperlakukan kitab ini, umat Islam memiliki adab yang jelas.
Jangan Tergiur Aliran Sesat!
Oleh M. Anwar Djaelani
Menteri Agama Suryadharma Ali menghimbau masyarakat untuk mewaspadai aliran sesat terutama aliran yang mengaku ada Nabi setelah Nabi Muhammad SAW (www.tribunnews.com 19/2/2011).
Selangkah Pembubaran Ahmadiyah
Kasus Ahmadiyah kini mampu mengalahkan isu-isu politik dan kasus korupsi yang menghangat sebelumnya. Insiden Ahmadiyah menjadi isu yang paling hangat dua pekan ini. Dipicu oleh kelambanan aparat pemerintah yang tidak segera menuntaskan persoalan Ahmadiyah, beberapa kelompok terlibat bentrok.