Author: admin

Nasional

Koreksi Pesantren Sidogiri untuk Agus Mustofa(2)

Inpasonline, 21/01/11

Tidak Perduli Dengan Hadits

Salah satu masalah lain dari Agus Mustofa yang menjadi sorotan santri Sidogiri ini adalah minimnya peran Hadits dalam karya-karyanya. Padahal tema yang dibahas dalam banyak karyanya merupakan permasalahan agama yang sangat vital, khususnya aqidah Islamiyah. Sudah seharusnya ia memperkaya dengan keterangan Hadits, termasuk keterangan para ulama. "Tapi, Agus Mustofa seakan tidak perduli dengan Hadits, dan bahkan dalam batas-batas tertentu terkesan seperti anti Hadits,"jelas Qusairi.

Opini

Ilmu sebagai Asas Peradaban

Oleh Muhim Kamaluddin

Di dunia ini, bangsa yang mampu bangkit setelah hancur lebur karena dihantam bom atom dan menyerah tanpa syarat kepada musuh hanya satu; Jepang. Bahkan dalam perjalanan sejarah selanjutnya, Jepang melejit dan menyalip kemajuan peradaban negara-negara pemenang perang seperti AS, Inggris, dan Perancis. Banyak ilmuwan Barat heran, bagaimana bangsa yang menjadi pecundang dalam Perang Dunia II itu sekarang menjelma menjadi kekuatan raksasa, yang mampu menandingi Barat. Profesor Ezra Vogel dari Harvard University merumuskan bahwa kejayaan Jepang ialah berkat kepekaan pemimpin, institusi dan rakyat Jepang terhadap ilmu dan informasi serta kesungguhan mereka untuk menghimpun dan menggunakan ilmu bagi kepentingan mereka.
Nasional

Diskusi InPAS Bahas Akal Menurut Al-Attas

Inpasonline, 18/1/11

Siang itu, ada yang istimewa dari acara diskusi rutin InPAS. Tidak lain, karena pemateri pada hari itu, Ahad (16/01), adalah Akhmad Rafi’i Damyati, lulusan Universiti Malaya, Malaysia, yang baru saja pulang ke tanah kelahirannya, Pamekasan-Madura.  Tema yang dibahasnya tergolong rumit dan menantang, yaitu, Akal (Intelek) dalam Pemikiran Al-Attas. Saking rumitnya, beberapa peserta minta diulangi lagi penjelasan sebagian materi. Bahkan, beberapa peserta tidak sabar langsung bertanya sebelum pemaparan materi selesai.

Nasional

Dialog Antaragama Paket Terbaru Kristenisasi

Inpasonline, 15/01/11

Sekilas, ide dialog antaragama terlihat sangat indah dan penuh perdamaian. Tujuannya pun sangat muluk, agar semua agama hidup rukun, saling mengerti, tidak ada kebencian dan terjadi saling toleransi. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa di balik tujuan yang indah tersebut ada maksud terselubung  yang tidak dimengerti oleh para pendukungnya. Ternyata, pada hakikatnya dialog antaragama adalah upaya halus menggiring seluruh manusia manjadi “anak-anak Tuhan Bapak di Sorga”. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Dr. Syamsuddin Arif, peneliti INSISTS, kepada Inpasonline. Bahkan menurutnya, dialog antaragama merupakan paket terbaru Kristenisasi yang dibungkus dalam misi perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan.