Al-Zabidi, Membuat Mudah Belajar Bukhari
Oleh Bahrul Ulum
Nama lengkap ulama ini adalah Imam Zainuddin Abu al-Abbas Ahmad bin Abdul Latif bin Abu Bakr al-Sharji Al-Zabidi al-Yamani. Selain dikenal sebagai seorang ahli hadits (muhaddits) pada zamannya, al-Zabidi juga merupakan seorang yang faqih, sastrawan dan penyair.
Syamsuddin Arif: Tidak Perlu Sekular Untuk Jadi Modern
Inpasonline, 14/06/11
“Sekularisasi ternyata tidak bisa mengubah negara dari tertinggal menjadi maju dan terkemuka. Begitupun sebaliknya, tidak sedikit masyarakat negara modern yang tetap relegius. Bahkan fakta empiris justru menunjukkan betapa agama ataupun kecenderungan padanya tetap mewarnai kehidupan masyarakat modern. Malahan seringkali menentukan kebijakan ekonomi, hukum maupun politik.”
‘Knowledge Society’ Menyalakan Api Peradaban
Kebangkitan peradaban Islam tidak bisa dicapai tanpa kebangkitan ilmu pengetahuan karena kejayaan dan kejatuhan suatu peradaban itu lantaran ilmu. Sejarah adalah saksi bagi kebenaran sunnatullah ini. Maka membudayakan tradisi ilmu demi membangun ‘knowledge society’ merupakan sebuah keharusan jika umat Islam tidak ingin terus terpuruk dalam kejumudan serta tidur panjangnya.
Pascasarjana ISID Gontor Kembangkan Konsep Dasar Sains Islam
Inpasonline, 13/6/11Genda Islamisasi yang kurang lebih berusia tiga puluh tahun sejak pertama kali dicanangkan pertama kali oleh Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas direspon secara serius oleh Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor. Menurut Khoirul Umam, M.Ec, salah satu dosen ISID, mata kuliah dan tesis pascasarjana diarahkan kepada pengembangan konsep-konsep Islam. Konsep-konsep dasar ini akan menjadi basis epistemologi dalam pengislaman sains.
Children of Palestine – Memoar Anak-anak Palestina
Kartika Pemilia Lestari*
Okupasi Israel terhadap Palestina pada tahun 1948 menyisakan banyak luka dalam memori anak-anak Palestina. Sejak Israel memproklamirkan secara sepihak dirinya sebagai sebuah negara pada Mei 1948, Israel menyebut tanah yang diambil secara okupasi tersebut sebagai tanah miliknya. Sejak saat itu perang terus berkelanjutan hingga sekarang. Testimoni anak-anak Palestina di bawah ini memberikan gambaran detik-detik pengusiran rakyat Palestina dari tanah mereka sendiri, yang menjadi titik balik kehidupan mereka sekaligus menandai perubahan konstelasi politik internasional.