Polemik Seputar Tempat Hiburan di Tengah Ramadhan
Inpasonline.com, 05/08/11
Kendati Ramadhan sudah berlangsung selama tiga hari, namun masih tempat-tempat hiburan di Surabaya seperti diskotik, panti pijat, kelab malam, karaoke dewasa atau pub, dan semacamnya yang tidak mau mematuhi aturan main. Mereka melanggar aturan pemerintah yang melarang buka di jam-am tertentu selama bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan aturan tersebut sudah disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Surabaya, Polres, Depag, MUI serta aparatur negara lainnya kepada para pemilik tempat hiburan.
Ormas Islam Penyebab Macet?: Sebuah Kritik untuk Kapolda Metro Jaya
Inpasonline.com,03/08/11
Hari Selasa kemarin, (2/8/11), detiknews.com. menurunkan berita dengan judul “Ormas Islam Sering Buat Macet, Kapolda: RI Bukan Negara Islam”. Berita tersebut memuat pernyataan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S.Radjab, ketika mengomentari kemacetan yang kerap terjadi akibat adanya kegiatan ormas Islam.
Meneropong Peluang dan Tantangan Ekonomi Syariah
Inpasonline.com, 01/08/11
Gejolak moneter yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 telah berdampak pada krisis total, karena krisis tersebut merupakan krisis ekonomi, financial, politik dan sosial sekaligus. Hantaman badai krisis tersebut membuat bank konvensional dilikuidasi karena tidak mengalami kredit macet. Namun hantaman badai ekonomi tersebut tidak mampu menggoyahkan bank syariah. Dengan berlandaskan pada sistem ekonomi Islam yang menghindarkan diri pada kegiatan ekonomi yang spekulatif, bank syariah mampu membuktikan dirinya mempunyai resistensi yang tangguh pada ketidakpastisan pasar. Dengan resistensi tersebut, bank syariah telah membuktikan bahwa bank syariah memiliki prospek yang menjanjikan sebagai sistem perekonomian alternatif bagi perekonomian Indonesia.
Dan Musik pun Mengalun dalam Simfoni Peradaban
Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline.com, 01/08/11
Ketika saya tengah menikmati alunan nada dalam musik instrumentalia berjudul Dreams yang bergenre klasik, saya kemudian berpikir, “siapapun yang mampu menciptakan harmonisasi nada seindah ini, pastilah dia seorang jenius”. Waktu kecil saya pernah belajar memainkan beberapa alat musik. Pengalaman belajar alat musik itu memberikan satu pelajaran, bahwa belajar musik – tidak sekadar menyanyi tapi juga memainkan alat musik atau bahkan mencipta lagu - membutuhkan harmonisasi otak kanan dan otak kiri. Musik tidak hanya bicara soal kesenangan (pleasure). Lebih dari itu semua, musik adalah maha karya, dan MUSIK ADALAH SAINS.
Mengapa Sulit Sekali Menyebut Breivik Teroris?
Inpasonline.com, 30/07/11
The Guardian menyebut Breivik ‘insane’ alias ‘gila’, the Washington Post masih ragu menyebutnya teroris; masih berkutat dengan term ‘mad man’, dan tidak satu kalipun harian the New York Time menggunakan term ‘terrorist’ saat mengulas Breivik. The New York Time sebagai koran paling berpengaruh di Amerika Serikat berulang kali menyebut Breivik sebagai ‘mad man’.