Optimalisasi Pesantren dalam Membangun Peradaban
Oleh Kholili Hasib*
Peran keilmuan pesantren dalam masyarakat tidak diragukan, akan tetapi kita tidak pula menafikan adanya proses yang terlewatkan. Proses pengajaran integral barangkali yang saat ini perlu dioptimalkan.
Keterlambatan pembangunan peradaban Islam, kata Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil – pengamat pemikiran – disebabkan dinamisasi konsep ilmu fardhu ‘ain (ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap individu muslim) dan fardhu kifayah (ilmu yang wajib dipelajari oleh sebagaian kalangan muslim) yang kurang dalam sistem pengajaran. Padahal, dinamisasi konsep yang holistik tersebut berperan membangkitkan kualitas tradisi ilmu dalam sebuah peradaban.
Imam Al-Ghazali, Pengobar Semangat Berilmu
Oleh M. Anwar Djaelani
Julukan dia Hujjatul Islam. Sebutan itu tak berlebihan mengingat ketinggian ilmunya dan apalagi lalu diwariskan lewat ratusan buku-bukunya. Kini, setelah hampir seribu tahun dia berpulang –rasanya- tak banyak yang tak mengenal Ihya’ Ulumuddin, salah satu karya terbaiknya. Siapa dia dan apa jasa-jasa terbaiknya yang lain?
A.Hassan, Tajam Menulis dan Fasih Berdebat
Oleh M. Anwar Djaelani
Tak banyak orang yang memiliki dua kecakapan sekaligus, yaitu pandai menulis dan cekatan berdebat. Di antara yang sedikit itu, A.Hassan bisa disebut sebagai salah seorang yang paling menonjol. Seperti apa kisahnya?
Al-Bukhari, Paling Unggul di Tengah Kritik
Oleh Kholili Hasib*
Al-Jami' al-Shahih atau yang dikenal dengan Kitab Shahih al-Bukhari adalah kitab hadis yang menduduki peringkat pertama di antara al-Kutub al-Sittah (enam kitab hadis yang menjadi referensi). Sebab, hadis-hadis dalam kitab Bukhari terbukti secara ilmiah memiliki tingkat validitas yang tinggi.
Walaupun demikian, beberapa golongan mengkritik, menghujat dan menolak hadis Bukhari, sebagian atau seluruhnya. Alasan penolakan mereka bermacam-macam. Ada yang menolak ketidaksempurnaan hadis tersebut, tidak yakin dengan hukum-hukumnya, ada yang skeptis dengan memandang dari sifat kemanusiaan al-Bukhari, yaitu manusia biasa, yang bisa salah dan lalai.
Para ulama’ sepakat menempatkannya pada posisi istimewa. Imam Ibnu Shalah dalam Musthalahul Hadisnya memuji Shahih Bukhari dengan julukan “Kitab paling shahih setelah Al-Qur'an”. Diakui sebagai kitab hadis paling valid. Dan metodologi Imam Bukhari dalam menyeleksi hadis sangat ketat.
Ibnu Taimiyah, Gagah Melawan Kemunkaran dengan Pena
Oleh M. Anwar Djaelani
Ibnu Taimiyah sebuah contoh, bahwa kebenaran harus terus ditegakkan apapun resikonya. Ketika masyarakat di sekitarnya tenggelam dalam berbagai bid’ah dan khurafat, Ibnu Taimiyah meluruskannya sekalipun berhadapan dengan kekuasaan yang lalu (sering) memenjarakannya.