Selamat dengan Aktif Ber-Nahi Munkar
Oleh M. Anwar Djaelani
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]: 21).
PTAI: Hasilkan “Ulama Plus” atau “Ulama Minus”-kah?
Oleh Kartika Pemilia Lestari*
Kekeliruan menentukan epistemologi dan orientasi pendidikan menjadi kesalahan terbesar bagi Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Indonesia. Buah dari semua kekeliruan itu terlihat dari merebaknya corruption of knowledge, ketiadaan adab terhadap Allah SWT, yang dimulai dari hulu ke hilir; dari dosen, kemudian menurun kepada mahasiswanya.
Syiah, Persoalan Akidah Bukan Madzhab
Umat Islam ternyata belum banyak yang paham akidah Syiah. Padahal, dibanding aliran lainnya seperti Ahmadiyah, bahaya Syiah lebih besar. Ini menjadi tugas utama kita menjelaskannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahrul Ulum, Peneliti InPAS, pada diskusi Sabtuan, 18/02/2012, di kantor InPAS. Bahrul Ulum, yang sedang menulis tesis tentang Syiah di Universitas Muhammadiyah Solo itu mempresentasikan makalah berjudul “Telaah Kritis Akidah Syiah”.
Telaah Kritis Aqidah Syiah
Oleh Bahrul Ulum
Secara bahasa, aqidah diambil dari kata dasar “Al Aqdu” yang berarti ikatan. Secara istilahi ia artinya keimanan yang kokoh dan ketetapan yang pasti yang tidak mengandung suatu keraguan sedikitpun. Orang yang hatinya sudah terpaku dengan aqidah, akan menjadikannya sebagai mazhab dan agama. Jika keimanan yang kokoh dan ketetapan yang pasti itu benar, otomatis aqidahnya juga benar. Sebaliknya, jika keimanannya batil maka aqidahnya menjadi batil.[1]
Sikap Anti-FPI: Resistensi Menuju Negara Beradab
Oleh Kholili Hasib*
Cita-cita Indonesia menuju Negara yang berperadaban, beretika dan religius tampaknya masih menemui jalan terjal. Apalagi resistensi itu dimunculkan oleh tokoh-tokoh agama dan bahkan pejabat kenegaraan. Keberadaan ormas yang memperjuangkan keadaban masyarakat Indonesia justru distigma negatif.