Ingat Manji, Terkenang Sodom dan Pompei
“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” (QS Huud [11]: 82).
Berani Menantang
Warga negeri ini perlu mawas diri, karena –ternyata- sejumlah aktivitasnya tergolong menantang. Lihatlah! Dengan difasilitasi sejumlah kalangan, Irshad Manji hadir di Indonesia di pekan pertama Mei 2012. Dia diagendakan berbicara di Jakarta, Jogjakarta, dan Solo. Siapa Manji? Manji adalah wanita Kanada pelaku lesbian dan bahkan aktif mengampanyekannya. Tak hanya itu, dia pun berani melecehkan Nabi SAW, Al-Qur’an, dan Islam.
Tanggapan Ustadz Hamid atas Tulisan ‘Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman’
Pengantar redaksi:
Pada 15/04/2012 Sirikit Syah (pengurus ICMI Jatim) menghadiri launching ‘Misykat’ -buku terbaru karya Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi- di Hotel Elmi Surabaya. Lalu, setelah membaca ‘Misykat’, Sirikit Syah menulis resensi/catatan berjudul ‘Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman’ dan dimuat www.inpasonline 13/05/2012.
Rupanya, ada sejumlah hal dari tulisan Sirikit Syah yang dirasa perlu ditanggapi secara khusus oleh Ustadz Hamid, demikian sebagian orang memanggil doktor bidang pemikiran Islam lulusan International Institute of Islamic Thought and Civilization - International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) itu.
Adian Husaini: Penting, menjadi pembangkit kesadaran umat akan tantangan akidah
Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman
Ada sebuah buku menarik yang patut dibaca kaum cendekia Islam dalam menghadapi berbagai tantangan di era global ini. Buku berjudul Misykat, Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi, ini berisi kritik pedas terhadap Barat dan pengingatan kembali pada keunggulan Islam. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, penulisnya, banyak menjawab persoalan westernisasi dan liberalisasi yang melanda Timur dan Islam; serta Islamophobia yang melanda Barat. Tak kalah pentingnya, Zarkasyi mengkritik kaum cendekia Islam di Indonesia sendiri, khususnya mereka yang kebarat-baratan dan agresif mengusung paham liberal dan sekular.
Irshad Manji, Kemunkaran, dan Sikap Kita
Oleh M. Anwar Djaelani
Pertarungan antara yang haq dengan yang bathil akan berlangsung abadi. Terkait itu, atas makin banyaknya pihak yang mengampanyekan kebathilan –termasuk hadirnya Irshad Manji di Indonesia awal Mei 2012- kita harus lebih cekatan bernahi munkar.