Gaga dan ‘Siapa Mencintai Siapa’
Oleh M. Anwar Djaelani
Hikmah penolakan keras atas rencana konser Lady Gaga –penyanyi pemuja setan- di sekitar Mei 2012 membawa pesan: Berhati-hatilah mengambil idola! Berhati-hatilah, sebab -di hari kiamat dan di akhirat- seseorang akan bersama orang yang dicintai atau diidolakannya.
Mengantisipasi Fundamentalisme Post-Patriarkal
Oleh Kholili Hasib
Dalam buku Spirituality and Society: Postmodern Visions (edisi Indonesia Visi-Visi Postmodern) Catherine Keller menulis sebuah catatan tentang tujuan utama (big goal) dari gerakan feminisme. Menurut pengajar teologi di Theological School Drew University Amerika Serikat ini, perang wacana gender terkait dengan cita-cita masyarakat postmodern, yakni masyarakat tak mengenal kelas, menjunjung kebebasan tak terbatas dan pluralis. Big goal gerakan feminisme sendiri terstruktur dalam sebuah masyarakat yang ia sebut dengan istilah ‘masyarakat post-patriarkal’.
Gaga, Said, dan NU
Oleh M. Anwar Djaelani
Ahad 27/05/2012 rencana konser Lady Gaga –penyanyi pengusung kemunkaran antara lain karena suka beratraksi tak senonoh- diumumkan pembatalannya. Beberapa jam setelah itu, Ketua Umum PB-NU Said Aqil Siradj berkata bahwa Lady Gaga “InsyaAllah mungkin saja lain kali bisa datang" (www.vivanews.com 27/05/2012). Jika ditambah dengan sikap-sikap Said sebelumnya yang tampak pro-Gaga, maka menarik kalau kita telaah dari sisi ‘visi-misi’ NU.
Sejuta Lady Gaga dan Iman Kiai Said
Oleh M. Anwar Djaelani
Lady Gaga telah memesona banyak orang. Mereka yang terpesona berasal dari beragam kalangan, mulai awam sampai yang ‘terdidik’. Padahal, jika melihat pribadi dan –terutama- konser-konser musiknya, jelas dia pelaku kemunkaran.
Situasi menjadi kian aneh ketika di saat publik Indonesia ramai berpolemik tentang boleh-tidaknya Gaga manggung di Jakarta pada 03/06/2012, datang pernyataan sangat nyleneh dari KH Said Aqil Siraj. Lelaki yang menjabat sebagai Ketua Umum PB-NU itu enteng mengatakan: “Sejuta Lady Gaga yang datang ke Indonesia tidak akan mampu menggoyahkan iman warga NU, apalagi ini satu orang”. Kiai Said pun menambahkan, bahwa “Lady Gaga itu nggak haram” (www.tempo.co 22/05/2012).
Umat, “Ulama”, dan Fenomena Anti-Otoritas
Oleh Kholili Hasib
Pada Rabu malam 16/5/2012 sebuah stasiun televisi menyiarkan perdebatan tentang kedatangan penyanyi kontroversial, Lady Gaga dan lesbian Irshad Manji ke Indonesia. Selain yang kontra, terdapat seorang tokoh tidak mempersoalkan dua wanita kontroversial itu datang ke Indonesia menemui penggemarnya. Alasannya, iman umat sudah kuat, sehingga seribu wanita model Lady Gaga tidak akan menggoyahkan iman umat.