Year: 2011

Nasional

Diskusi InPAS Bahas Akal Menurut Al-Attas

Inpasonline, 18/1/11

Siang itu, ada yang istimewa dari acara diskusi rutin InPAS. Tidak lain, karena pemateri pada hari itu, Ahad (16/01), adalah Akhmad Rafi’i Damyati, lulusan Universiti Malaya, Malaysia, yang baru saja pulang ke tanah kelahirannya, Pamekasan-Madura.  Tema yang dibahasnya tergolong rumit dan menantang, yaitu, Akal (Intelek) dalam Pemikiran Al-Attas. Saking rumitnya, beberapa peserta minta diulangi lagi penjelasan sebagian materi. Bahkan, beberapa peserta tidak sabar langsung bertanya sebelum pemaparan materi selesai.

Nasional

Dialog Antaragama Paket Terbaru Kristenisasi

Inpasonline, 15/01/11

Sekilas, ide dialog antaragama terlihat sangat indah dan penuh perdamaian. Tujuannya pun sangat muluk, agar semua agama hidup rukun, saling mengerti, tidak ada kebencian dan terjadi saling toleransi. Namun, tidak ada yang menyangka bahwa di balik tujuan yang indah tersebut ada maksud terselubung  yang tidak dimengerti oleh para pendukungnya. Ternyata, pada hakikatnya dialog antaragama adalah upaya halus menggiring seluruh manusia manjadi “anak-anak Tuhan Bapak di Sorga”. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Dr. Syamsuddin Arif, peneliti INSISTS, kepada Inpasonline. Bahkan menurutnya, dialog antaragama merupakan paket terbaru Kristenisasi yang dibungkus dalam misi perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan.

Opini

Tajdid Bukan Modernisasi Agama

Oleh: Kholili Hasib

Istilah pembaharuan Islam telah disalah-pahamkan oleh kaum liberal. Pembaharuan (tajdid) oleh mereka disebut dengan modernisasi agama. Dalam buku Reorientasi Pembaruan Islam, Sekularisme Liberalisme dan Pluralisme Paradigma Baru Islam Indonesia”, yang ditulis Budhy Munawar Rahman, misalnya, ternyata maksud pembaharuan dalam buku itu adalah proyek sekularisasi dan pluralisasi. Di dalam buku yang diterbitkan pada 2010 tersebut tidak ditemukan sama sekali konsep  dan kaidah tajdid seperti yang telah dilakukan para mujaddid terdahulu.

Pemikiran Islam

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan Fenomena Ulama

Abdul Hakim, S.Si., Apt

 (Dosen di UIN Malang)

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu sebab kemunduran umat adalah tidak optimalnya peran ulama sebagai agen pembina, pengarah dan perbaikan umat. Banyak di antara mereka tidak melakukan pembinaan umat dengan sungguh-sungguh dan kontinyu sehingga umat bimbingan mereka tidak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi ujian hidup yang terasa semakin berat ini seiring dengan perkembangan teknologi. Mereka juga tidak melaksanakan perannya sebagai pembimbing dan pengarah umat supaya tidak tersesat. Mereka hanya berdiam diri meski di depan mereka terjadi berbagai kemaksiyatan dan kemungkaran. Bahkan tidak sedikit pula ulama yang terseret arus melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan denga ajaran agama atau lebih parah lagi mereka menjadi lokomotif gerakan untuk menentang ajaran (syari’ah) agama. Na’udzu billah min dzalik.