Year: 2011

Opini

Islamisasi Media Massa

Oleh: Alex Nanang Agus Sifa

(Anggota Centre For Islamic & Occidental Studies ISID Gontor)

Jika melihat fenomena yang terjadi sekarang, kita akan menemukan banyak hal di media massa yang begitu jauh dari nilai-nilai keislaman. Sebagian besar, berita-berita yang disajikan oleh media massa sangat jauh dari aspek akhlak dan moral. Ukuran keberhasilan tayangan yang diberitakan oleh media massa baik cetak maupun elektronik hanya sekedar dilihat dari permintaan pasar. Akibatnya, akhlak dan moral dikesampingkan. Aturan agama di nomor sekiankan. Yang terjadi, adab yang seharusnya dipentingkan dan menjadi tujuan utama acara di media massa terabaikan. Akhirnya, terbentuklah masyarakat yang berkebiadaban bukan masyarakat yang berkeadaban.

Nasional

Utsman di Mata Sejarawan: Wawancara dengan Profesor Dr. Abdul Karim MA. Guru Besar Sejarah UIN Jogjakarta.

Inpasonline, 1/3/11

Sebagian sejarawan menyebut Khalifah Utsman ra. sebagai kepala negara yang nepotis, bagaimana pendapat Anda?

Kalau kita gali dari fakta sejarah, yang pertama tekanannya adalah, sejarah Islam ditulis pada zaman kekhalifahan Abbasiyah, jadi jauh setelah khalifah Utsman bin Affan wafat. Dan kebetulan khalifah Utsman dari bani Umayyah yang memang musuh politik dari Abbasiyah. Nah, sejarah yang ditulis itupun bisa jadi tidak benar-benar netral. Memang sulit menilai sejarah yang terjadi pada abad ke-7, tetapi dari data-data, kita bisa analisis.     

Mereka (sebagian sejarawan) menyatakan Utsman ra. nepotis karena para kepala daerah yang ada pada periode Utsman, menurut mereka, adalah keluarga. Tetapi sayangnya mereka tidak menggali mengapa khalifah Utsman mengangkat mereka? Mereka hanya melihat bahwa mereka adalah keluarga, seperti Muawiyah bin Abi Sufyan, Walid bin Uqbah, Abddullah bin Amir, Said ibnul Ash dan Saad bin Abi Sara.

Bahkan ada buku yang ditulis sejarawan indonesia bahwa Utsman itu menggelapkan uang negara. Alasannya adalah dia memberikan al khumus (seperlima harta hasil rampasan perang) yang didapat dari pertempuran di laut tengah kepada Saad bin Abi Sara secara cuma-cuma.

Nasional

Jawa Timur Resmi Larang Ahamdiyah

Inpasonline, 1/3/11

Setelah melalui perdebatan yang panjang, akhirnya Gubernur Jawa Timur meneytujui pelarangn Ahamdiyah di wilyahnya. Pemprov Jatim secara resmi melarang keberadaan Jamaah Islam Ahmadiyah di Jatim. Larangan tersebut dituangkan dalam SK Gubernur 188/94/KPTS/013/2011. Namun SK ini tidak serta merta bisa membubarkan keberadaan Ahmadiyah.

Nasional

Karena Dianggap Kafir, Saudi Larang Ahmadiyah Berhaji

Inpasobline, 28/2/11

Arab Saudi dengan tegas menolak jamaah Ahamdiyah yang ingin berhaji. Alasannya, ajaran Mirza Ghulam Ahmad itu dinilai menyalahi aqidah islam.

“Karena bukan Islam, Ahmadiyah dilarang berhaji. Haji itukan rukun Islam, kalau bukan Islam tidak perlu, ini landasan Saudi melarang Ahmadiyah,” kata pengamat sejarah Islam dari LIPI, M Hisyam.