Pembubaran Ahmadiyah Belum Pasti
Inpasonline, 4/3/11
Jakarta-Kepastian Ahmadiyah dibubarkan atau tidak , masih belum ada keputusan. Pemerintah ternyat masih perlu mempelajari dan masukan tentang aliran tersebut. “Untuk itu dalam waktu dekat Kementerian Agama akan menyelenggarakan dialog nasional tentang Ahmadiyah,”kata Menteri Suryadharma Ali saat berdialog dengan pengurus Front Pembela Islam yang diketuai Habib Riziq Shihab dan pengurus Forum Umat Islam di Jakarta, Rabu (2/3). Menag didampingi Dirjen Bimas Islam Nasaruddin Umar dan Kabalitbang dan Diklat Abdul Djamil.
Ghadafi Minta Investigasi Internasional
Pemimpin Libya, Muammar Qaddafi tadi malam mengizinkan adanya investigasi internasional karena ia menilai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan berdasarkan laporan-laporan palsu berkaitan dengan kondisi negaranya.
GUIB Siap Kawal SK Gubernur Jatim Soal Ahmadiyah
Inpasonline, 2/3/11Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, meminta Jemaat Ahmadiyah di Jatim dapat melaksanakan SK Gubernur Jatim Nomor 188/94/KPTS/013/2011. Ahmadiyah diminta tidak ngotot tetap menjalankan aktivitasnya.
Menyikapi ‘Nabi Palsu’ dan Ahmadiyah
Oleh Dr. Syamsuddin Arif
TAHUN kesepuluh Hijriah atau 632 Masehi merupakan tahun krisis. Dua orang ‘nabi gadungan’ muncul hampir bersamaan. Bukan secara kebetulan. Tetapi lantaran terbuka kesempatan apabila tersiar berita bahwa Rasulullah jatuh sakit. Maka di negeri Yaman, seorang bernama al-Aswad ibn Ka‘b al-‘Unsi pun memproklamirkan diri sebagai nabi. Lewat pelbagai atraksi seperti menyuruh keledainya bersujud –tentu sesudah dilatihnya, al-Aswad sempat mendapat sejumlah pengikut di Najran dan Sanaa. Ia juga mengklaim didatangi oleh dua malaikat, satu bernama Sahiq, dan satu lagi bernama Syahiq, dengan wahyu berbunyi: “Wal mayisati maysa, wad darisati darsa, yahijjuna ushaba wa furada.” Lantas bagaimana sikap pemerintah kala itu? Gubernur Khalid ibn Sa‘id langsung mengusirnya dari Sanaa. Kemudian Rasulullah mengirim detasemen khusus untuk menumpasnya.
Ilmu Sejarah Ibarat Spion Kendaraan: Wawancara dengan Isa Anshory M.S.I.
Ilmu sejarah kurang diminati karena berkutat pada masa lalu yang sudah out of date, berbeda dengan ilmu ekonomi, kedokteran atau IT, bagaimana menurut anda?
Sebenarnya kurang diminatinya ilmu sejarah karena banyak orang memandang sejarah itu kurang berguna untuk masa kini. Sejarah hanyalah kumpulan cerita masa lalu yang sudah selesai. Padahal, apa yang terjadi pada masa kini tidak bisa dilepaskan dari masa lalu. Ibarat orang naik mobil, sejarah itu berfungsi seperti kaca spion. Kalau orang ingin berjalan dan melaju ke depan dengan selamat, ya dia harus melihat spion untuk mengetahui apa yang ada di belakangnya. Begitu juga, kalau orang ingin sukses pada masa kini dan masa depannya, jangan lupakan sejarah.