Year: 2011

Opini

Bara Xinjiang

*Kartika Pemilia Lestari

Inpasonline.com, 10/08/11

Sejak saya menyaksikan serial epik The Book and Sword atau Pedang dan Kitab Suci 17 tahun lalu, saya disuguhkan pada fakta – yang pada saat itu saya anggap baru dan cukup menghentak saya sebagai seorang Muslim- bahwa di daratan China yang tersohor  dengan kuil Shaolinnya itu ternyata eksis sebuah etnis bernama etnis Hui dan mereka beragama Islam. Dan satu lagi yang mengganggu pikiran saya : suku Hui yang beragama Islam ini sekian lama ditindas oleh kekaisaran (pemerintah) China. Di serial tersebut, wardrope untuk etnis Hui layaknya orang Arab lengkap dengan gamis dan sorban bagi kaum laki-laki serta jilbab bagi kaum perempuan.

Nasional

Menyoal Konsumerisme di Bulan Suci

Inpasonline.com, 06/08/11

“Tidak usah menunggu hasil sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan. Gegap-gempita iklan sirup di TV memberi petunjuk pada kita semua bahwa Ramadhan telah tiba”, kelakar seorang Facebooker di account Facebook-nya. Gegap-gempita iklan makanan dan minuman di TV sebagai identifikasi kedatangan bulan suci Ramadhan seolah memberikan sinyal bahwa Ramadhan mulia tidak lebih dari parade konsumerisme.

Nasional

PTAIN Menghadapi Era Globalisasi

Inpasonline.com, 05/08/11

Peralihan status PTAIN menjadi universitas menimbulkan keresahan akademik. Hal ini sama saja dengan mengurangi kredibilitas fakultas-fakultas yang bernuansa keislaman, sehingga peralihan status tersebut perlu dibatasi. Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) Eko Asmanto  menyampaikan hal itu dalam sebuah seminar berskala internasional bertajuk “The Prospectus of Islamic Education : Thought, Orientation, and Strategy” beberapa waktu lalu di aula UMSIDA.

Nasional

Polemik Seputar Tempat Hiburan di Tengah Ramadhan

Inpasonline.com, 05/08/11

Kendati Ramadhan sudah berlangsung selama tiga hari, namun masih tempat-tempat hiburan di Surabaya seperti diskotik, panti pijat, kelab malam, karaoke dewasa atau pub, dan semacamnya yang tidak mau mematuhi aturan main. Mereka melanggar aturan pemerintah yang melarang buka di jam-am tertentu selama bulan Ramadhan. Sebelum Ramadhan aturan tersebut sudah disosialisasikan oleh Pemerintah Kota Surabaya, Polres, Depag, MUI serta aparatur negara lainnya kepada para pemilik tempat hiburan.