Imam Al-Ghazali Dalam Islamia-Republika November
inpasonline,20/11/2009
Jurnal Pemikiran Islam Republika, Islamia, kembali menyapa pembaca di bulan November ini. Halaman yang terbit di Harian Republika khusus tiap Kamis kedua ini selalu konsisten membawakan khazanah pemikiran Islam. Bulan ini, jurnal yang terbit atas kerjasama Republika dengan INSISTS ini mengulas secara panjang lebar peran dan pemikiran Imam Al-Ghazali. Rupanya, Imam Al-Ghazali mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi umat Islam dan manusia secara umum menurut para penulisnya ini.
Tingkatkan Amal Ibadah di 10 Awal Dzulhijjah
inpasonline,19/11/2009
SURABAYA: 10 awal bulan Dzulhijjah termasuk hari-hari yang mulia dalam Islam, selain 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Allah swt. sangat senang kepada orang-orang yang beramal shaleh di hari-hari itu. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Sholeh Drehem di Masjid Nasional Al-Akbar, Rabu, 18/11, tadi malam.
Seminar Interdicipliner Bersama Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud
inpasonline,17/11/209
SURAKARTA: Sudah menjadi tradisi dari Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini mengadakan Seminar Interdicipliner, di samping seminar-seminar lainnya. Acara yang selalu menghadirkan pemateri dalam dan luar negeri ini, memang disetting untuk meningkatkan kualitas kampus dan memberikan informasi terkini seputar penelitian dan karya-karya ilmiah. Berbagai macam tema telah dibahas dalam acara yang sekarang sudah menginjak seminar interdicipliner ke-109 ini.
Problematika Hermeneutika Dalam Tafsir Al-Qur’an (1)
Oleh: Kartika Pemilia Leatari*
Pendahuluan
Dalam menafsirkan Al-Qur’an, seorang mufassir dituntut menguasai beberapa cabang ilmu sesuai kaidah tafsir yang disepakati oleh ahli ilmu Islam. Seseorang tidak punya kewenangan untuk menafsirkan kalamullah jika tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menjadi seorang mufassir. Metodologi tafsir yang digunakan pun harus sesuai tuntunan Rasulullah SAW, para sahabat, tabi’in, serta para ulama yang mumpuni. Dengan kata lain, mereka lah rujukan utama kita.
Konsep Naskh-Mansukh An-Na’im: Studi Kritis
Oleh: Asmu'i, S. Fil. I.
Pendahuluan
Sejak awal, kehadiran Paham Liberalisme dalam dunia pemikiran Islam, khususnya di Indonesia, menimbulkan kontroversi dan perdebatan panjang.[i] Gerakan liberalisasi selalu menjadikan syari'ah sebagai objek kritik, karena dianggap tidak relevan lagi dengan tuntutan zaman. Maka tidak heran jika kemudian ide dan gagasan yang muncul dari gerakan ini cenderung bertentangan dengan Syari'at Islam.[ii] Bagi orang-orang Liberal, dalam banyak hal, Syari'at Islam tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai dan budaya hari ini, terutama dengan prinsip hak-hak asasi manusia (HAM) yang diusung Barat. Dengan demikian, lanjut mereka, saat ini sudah waktunya untuk menyesuaikan Syari'ah Islam dengan tuntutan Hak Asasi Manusia (HAM) dan bentuk-bentuk ketentuan publik modern lainnya.[iii] Caranya adalah dengan melakukan penafsiran ulang dan kalau memungkinkan didekonstruksi.[iv]