Year: 2009

Nasional

Dr Anis Malik Thaha: Pluralisme Agama Itu Otoriter dan Kejam

Berbicara tentang pluralisme agama di Indonesia, orang tidak bisa mengabaikan nama DR Anis Malik Thoha. Laki-laki kelahiran Pati (Jateng), 31 Desember 1964, ini bisa disebut satu-satunya cendekiawan Muslim dari Indonesia yang sudah menulis buku ilmiah tentang pluralisme. Judul buku itu Tren Pluralisme Agama: Tinjauan Kritis (diterbitkan Gema Insani Press), terjemahan dari disertasinya di Universitas Islam Internasional Islamabad (Pakistan), at-Ta’adudiyah ad-Diniyah: Ru’yah Islamiyyah.

Nasional

Lebih Dekat dengan Dr Anis Malik Thaha

InpasOnle, 23/06/09

"Paham pluralisme agama itu menyesatkan. Kaum Muslimin dipaksa untuk tidak mengakui Islam sebagai satu-satunya agama yang benar,"kata Dr. Anis Malik Thaha. Di saat kebanyakan cendekiawan Muslim gandrung mengampanyekan perlunya pluralisme agama, dosen bidang perbandingan agama di International Islamic University Malaysia (IIUM) ini justru memilih untuk bersikap berseberangan.

Studi Al Qur'an & Al Hadits

Kedudukan Sanad Dalam Islam

Kedudukan Sanad Dalam Islam

Oleh Bahrul Ulum

Salah satu alasan orientalis tidak menerima hadits sebagai kitab yang otentik, karena menurut mereka hadits ditulis 200 tahun setelah meninggalnya Rasulullah. Dalam rentang waktu yang panjang itu, kemungkinan terjadinya pemalsuan dan perubahan sangat besar sekali. Karena itulah mereka menolak jika hadits disebut sebagai kitab yang terjaga otentisitasnya.