Jawaban Untuk Penggugat Mushaf Utsmani
Berkata Abu Ubayd al-Qasim b. Salam: “Usaha Utsman (r.a.) mengkodifikasi al-Qur’an akan tetap dan senantiasa dijunjung tinggi, karena hal itu merupakan sumbangannya yang paling besar. Memang di kalangan orang-orang yang menyeleweng ada yang mencelanya, namun kecacatan merekalah yang tersingkap, dan maksud buruk merekalah yang terungkap.”
Ibnu Thufayl, Menjelaskan Filsafat Lewat Novel ”Hayy Ibnu Yaqzan”
Oleh: Kartika Pemilia Lestari
Peradaban Islam melahirkan banyak ahli filsafat yang ternama. Namun entah mengapa filsafat dan kesusastraan Islam tetap dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran manusia. Jangan heran bila dalam studi sejarah pemikiran lebih mengenal tokoh-tokoh yang berasal Yunani dan Barat ketimbang dari Islam.
Pemerintahan Utsman Tidak Nepotis
Oleh Susiyanto
Pada masa Rasulullah masih hidup, ia terpilih sebagi salah satu sekretaris Rasulullah sekaligus masuk dalam tim penulis wahyu yang turun dan pada masa kekhalifahannya, Al Quran dibukukan secara tertib.[1] Utsman juga merupakan salah satu sahabat yang mendapatkan jaminan Nabi Muhammad sebagai ahlul jannah.
H.M.Rasjidi, Pembendung Sipilis
Suatu hari di Universitas McGill, Kanada, Prof. Joseph Schacht, pentolan orientalis internasioal yang sangat disegani menyampaikan ceramahnya. Ia mengatakan bahwa Muhammad Shallallahu ’alaihi wa sallam (Saw) tidak mendirikan pemerintahan, tetapi hanya membentuk umat. Maka segala perselisihan di antara pengikutnya diselesaikan lewat arbitrase (lembaga penyelesaian sengketa). Artinya, Muhammad Saw tidak menghendaki pembentukan sistem hukum, ia hanya menjadi penengah.
Nuruddin Mahmud Zanki: Penggelora Jihad Melawan Pasukan Salib
Dalam sejarah Perang Salib, kaum Muslimin sangat mengenal sosok pejuang Salahuddin al-Ayubi dibanding Nuruddin Mahmud Zanki. Namanya tak setenar Salahuddin, sang pembebas kota Yerussalem dari kekuasan pasukan Salib (selanjutnya dibaca salib). Meski demikian, Nuruddin-lah yang pertama kali menggelorakan semangat perjuangan itu.