Syaikh Abdul Qadir al-Jilani dan Fenomena Ulama
Abdul Hakim, S.Si., Apt
(Dosen di UIN Malang)
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu sebab kemunduran umat adalah tidak optimalnya peran ulama sebagai agen pembina, pengarah dan perbaikan umat. Banyak di antara mereka tidak melakukan pembinaan umat dengan sungguh-sungguh dan kontinyu sehingga umat bimbingan mereka tidak memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi ujian hidup yang terasa semakin berat ini seiring dengan perkembangan teknologi. Mereka juga tidak melaksanakan perannya sebagai pembimbing dan pengarah umat supaya tidak tersesat. Mereka hanya berdiam diri meski di depan mereka terjadi berbagai kemaksiyatan dan kemungkaran. Bahkan tidak sedikit pula ulama yang terseret arus melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan denga ajaran agama atau lebih parah lagi mereka menjadi lokomotif gerakan untuk menentang ajaran (syari’ah) agama. Na’udzu billah min dzalik.
Menelusuri Orisinalitas Gagasan Sekularisasi Nurcholis Madjid
Oleh: Adnin Armas, MA
Gagasan sekularisasi di Indonesia sulit dilepaskan dari nama Nurcholish Madjid, yang pada tanggal 2 Januari 1970 meluncurkan gagasannya dalam diskusi yang diadakan oleh HMI, PII, GPI, dan Persami, di Menteng Raya 58. Ketika itu, Nurcholish meluncurkan makalah berjudul “Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Gagasan itu kemudian diperkuat lagi dengan pidatonya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 21 Oktober 1992, yang dia beri judul "Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan di Indonesia". Setelah itu, berjubellah para propagandis sekularisasi di Indonesia.
Kritik terhadap Orientalisme: Review Buku Dr. Syamsuddin Arief
Abdul Mujib
PKU ISID GONTOR – MUI ANGKATAN KE- III
Ibnul Qoyyum menjelaskan tentang sebab-sebab kesesatan orang bahwasannya mereka tidak segera beriman ketika sudah mengetahui dan memahami petunjuk kebenaran bahkan mereka berpaling dari petunjuk tersebut, oleh karena itu Allah SWT memalingkan hati dan penglihatan mereka dan menjadikan suatu penghalang antara mereka dengan keimanan. Allah SWT memerintahkan manusia untuk menyambut Allah dan RasulNya ketika menyeru mereka kepada sesuatu yang menjadi sebab bagi kehidupan mereka kemudian mengingatkan mereka dari ketidaksegeraan dalam menyambut seruan yang bisa menjadi sebab penghalang bagi hati mereka. Allah SWT menjelaskan bahwa perbuatan mereka tersebut menutup hati dan menghalanginya dari keimanan kepada ayat-ayatNya.
Ekonomi Kapitalis Sebabkan Krisis Ekologi
Prolog
Sistem ekonomi Kapitalis tanpa diragukan telah merevolusi berbagai macam bidang kehidupan. Produk-produk dari industri dan telekomunikasi yang dihasilkan secara nyata mampu mengubah pola-pola peradaban. Ruang-ruang era globalisasi disesaki dengan teknologi baru, struktur sosial, sistem ekonomi dan kebudayaan baru yang pada era sebelumnya belum begitu akrab bagi manusia. Satu sisi kapitalisme memberi kontribusi dalam peradaban manusia.
Poligami Dalam Pandangan Liberal dan Ulama
A. Pendahuluan
Sebagai sebuah istilah maupun realitas empiris, Poligami,[2] telah lama terkurung dalam wilayah perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Jika diteliti, pemicu sebetulnya bukanlah terletak pada ke-dhannî-an (ketidaktegasan) dalil mengenai kebolehannya, tetapi lebih banyak didorong oleh sejumlah kepentingan pihak tertentu atau buruknya praktik poligami yang ditunjukkan oleh pasangan yang berpoligami. Hal inilah kemudian dijadikan sebagai jastifikasi (pembenar) oleh sebagian kalangan untuk menolak keabsahan poligami sebagai sebuah realitas hukum Islam.