Category: Studi Al Qur’an & Al Hadits

Studi Al Qur'an & Al Hadits

Kedudukan Sanad Dalam Islam

Kedudukan Sanad Dalam Islam

Oleh Bahrul Ulum

Salah satu alasan orientalis tidak menerima hadits sebagai kitab yang otentik, karena menurut mereka hadits ditulis 200 tahun setelah meninggalnya Rasulullah. Dalam rentang waktu yang panjang itu, kemungkinan terjadinya pemalsuan dan perubahan sangat besar sekali. Karena itulah mereka menolak jika hadits disebut sebagai kitab yang terjaga otentisitasnya.

orientalis-menggugat-hadits
Studi Al Qur'an & Al Hadits

Orientalis Menggugat Hadits

Oleh : Dr. Syamsuddin Arif  

Gugatan orientalis terhadap hadits dimulai pada pertengahan abad ke-19 M, tatkala hampir seluruh bagian Dunia Islam telah masuk dalam cengkraman kolonialisme bangsa-bangsa Eropa. Adalah Alois Sprenger, yang pertama kali mempersoalkan status hadits dalam Islam. Dalam pendahuluan bukunya mengenai riwayat hidup dan ajaran Nabi Muhammad SAW, misionaris asal Jerman yang pernah tinggal lama di India ini mengklaim bahwa hadits merupakan kumpulan anekdot (cerita-cerita bohong tapi menarik).

row of hadith
Studi Al Qur'an & Al Hadits

Hadits Dhaif dalam Fadhail dan Ijma Menggunakannya

Oleh : Thariq

Beberapa pihak menyatakan bahwa pendapat Imam An Nawawi mengenai ijma’ ulama tentang bolehnya mengamalkan hadits dhaif dinilai lemah. Alasannya, sejumlah huffadz  jelas-jelas melarang. Benarkah pendapat tersebut?

Dalam muqadimah kitab Al Arba’ain An Nawawiyah (hal.3), Imam Nawawi menyebutkan bahwa dibolehkan dan disunnahkan mengamalkan hadits dhaif dalam masalah fadhail selain halal dan haram, sifat Allah dan aqidah.