Category: Fikih dan Syariah

Fikih dan Syariah

Paham Feminisme dan Dampaknya terhadap Dekonstruksi Studi Islam

Oleh Kholili Hasib

Pendahuluan

Belakangan ini sedang diperdebatkan RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG) di DPR-RI. RUU KKG ini disinyalir membawa paham feminisme.  Secara mendasar, RUU tersebut bertentangan dengan syari’ah Islam. Feminisme yang lahir dari peradaban Barat sekular menuntut peran perempuan sama (equal) dengan laki-laki di semua aspek kehidupan. Akibatnya, bukan keadilan yang ditampilkan, akan tetapi  penyimpangan terhadap fitrah wanita, merusak tatanan hukum Islam dan pembongkaran studi keislaman.

Fikih dan Syariah

Al-Mundziri, Ahli Hadits dengan Argumen yang Tajam

Oleh Bahrul Ulum

Ketika anak seusianya sedang asyik tidur, seorang pelajar sebuah madrasah di Kairo, Mesir, setiap malam selalu menyalakan lampunya untuk belajar. Anak ini adalah Zakiyyuddin Abdul Adhim bin Abdul-Qawiy bin Abdullah bin Salamah Abu Muhammad Al-Mundziri, yang di kemudian hari dikenal sebagai seorang ahli hadits besar.

Tiada waktu yang kosong bagi dia kecuali untuk belajar.  Bahkan ketika ada kesempatan untuk berekreasi, hal itu ia tinggalkan dan memilih belajar.

Fikih dan Syariah

Ramadhan Bersama Rasulullah SAW

Inpasonline.com, 28/07/11

Tamu agung sebentar lagi akan menghampiri kita. Sungguh rugi dan bahkan berdosa apabila kita tidak menghormati tamu tersebut dan tidak memberikan pelayanan yang baik kepadanya. Oleh karena itu, agar kita tidak termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan anugerah Allah SWT ini, marilah kita sejenak meluangkan waktu untuk mencontoh teladan kita melayani tamu agung ini. Semoga bermanfaat. 

1. Puasa  

a. Keutamaan Puasa 

Rasulullah SAW. dalam meriwayatkan Hadis Qudsi menyatakan, bahwa Allah Swt. berfirman: "Semua amal perbuatan Bani Adam untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan  karena itu Akulah yang membalasnya. Dalam Hadis yang lain beliau SAW. bersabda:"Demi Allah yang diri Muhammad di dalam kekuasaan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari bau minyak kesturi". Dan bagi orang yang berpuasa tersedia dua kegembiraan, gembira ketika berbuka puasa karena bukanya, dan gembira ketika kelak menemui Rabb-Nya karena menerima pahala puasanya (HR Syaikhani, Nasa'i, dan Ibnu Hibban yang bersumber dari Abu Hurairah).