Category: Nasional

Nasional

Jemaah Ahmadiyah Kembali ke Islam

Inpasonline, 1/4/11

Sebanyak 38 jemaah Ahmadiyah yang tinggal di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan diri taubat dan kembali pada ajaran agama Islam.

Prosesi pertaubatan tersebut dilakukan secara perwakilan oleh lima orang jemaah Ahmadiyah bersamaan dengan digelarnya sosialisasi Pergub nomor 12 tentang larangan aktivitas jemaah Ahmadiyah di Graha Intan Balarea, Garut kota, Rabu (30/3).

Nasional

Kebebasan Berbeda dengan Penistaan Agama

Inpasonline, 31/3/11

Jakarta-Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan masyarakat tentang Ahmadiyah karena adanya perbedaan pandangan terhadap  jemaat yang lahir dari Qodanian ini. Mereka yang membela berpendapat bahwa Ahmadiyah bebas menjalankan keyakinannya karena itu bagian dari kebebasan beragama. Sedang kaum muslimin dengan tegas mengatakan bahwa yang dilakukan Ahmadiyah adalah penistaan agama terhadap islam.

Nasional

Awas, Missionaris Menyamar di Pesantren

Inpasonline, 30/03/11

BANYUWANGI - Sangat sering umat Islam disuguhi cara-cara licik misi kristenisasi. Ada yang lewat bantuan korban bencana alam, bimbingan belajar, jalan-jalan gratis, bantuan untuk orang miskin, beasiswa bahkan dengan kedok mengawini muslimah. Ada satu cara lagi yang baru-baru ini menggemparkan penduduk Banyuwangi, khususnya para santri dan penduduk sekitar Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Miftahul Ulum, Laban Asem Kabat, Banyuawangi Jatim. Mereka dikagetkan dengan adanya penginjil yang menyamar menjadi santri di pesantren tersebut. Di Pesantren ini , pengijil tersebut berusaha merusak citra Islam dari dalam dan mengiming-imingi warga sekitar untuk menganut Kristen.

Nasional

Islamia-Republika Bahas Konsep Ahlul Kitab

Inpasonline, 29/03/11

Islamia-Republika bulan Maret ini hadir dengan tema Ahlul Kitab, sebuah konsep yang akhir-akhir ini sering dikaburkan pengertiannya. Menurut Harda Armayanto, yang menulis artikel dengan judul Siapa Ahlul Kitab?, istilah ahlul kitab selalu merujuk pada dua komunitas: Yahudi dan Nasrani. Hal itu sudah menjadi pendapat bulat para mufassir di masa lalu dalam tradisi intelektual Islam, tulis alumnus ISID Gontor ini.