Category: Nasional

Nasional

Jelang Peringatan 11 September

Inpasonline.com, 10/09/11

Hiruk-pikuk jelang peringatan 11 September berlangsung berlangsung dimana-mana, mulai dari New York hingga Jakarta, di dunia nyata maupun dunia maya. Sentimen anti-Islam mulai merebak, khususon di Amerika Serikat. Presiden Barack Obama sudah meminta agar Amerika Serikat melipatgandakan upaya antiterorisme. Walikota New York, Michael Bloomberg menegaskan bahwa keamanan ditingkatkan di jembatan-jembatan, terowongan, dan angkutan umum.

Nasional

Kaffatan Sebagai Sebentuk Kearifan Lokal

Inpasonline.com, 07/09/11

Pagi itu,  jama’ah masjid Nurul Iman desa Karangrejo Jombang, Jawa Timur berbondong-bondong membawa encek yang terbuat dari gedebog (batang) pohon pisang. Encek merupakan sejenis wadah berbentuk bujur sangkar yang digunakan untuk meletakkan beragam penganan. Di dalamnya terdapat ketupat, lontong, lepet, sayur lodeh, dan kare.

Nasional

Tradisi Petasan yang Membahayakan Harus Dihapuskan

Inpasonline.com, 02/09/11

Bunyi petasan terdengar dimana-mana, memekakkan telinga dan membuat gaduh. Namun, seolah tak peduli dengan semua kegaduhan yang ditimbulkan, belasan pemuda di desa Karangrejo Jombang, Jawa Timur terus saja menyalakan petasan di jalan-jalan yang dilalui rombongan kirab malam takbiran (30/8). Seorang warga di desa itu bahkan rela mengeluarkan dana jutaan rupiah hanya untuk memborong petasan. Benar-benar tradisi yang berbahaya, tidak mendidik dan mubazir.

Nasional

Makna Idul Fitri dan Masa Depan Bangsa

Inpasonline.com, 02/09/11

“Masa depan bangsa ini tergantung dari ibadah segenap komponen rakyatnya,” kata ustadz Yusuf Mansyur dalam Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One (31/8). Selanjutnya Yusuf Mansyur menjelaskan bahwa ada tiga variabel yang menjadi penentu masa depan bangsa kita ini, yakni doa, ibadah, dan ikhtiyar. “Kalo kita doanya cakep, ikhtiyar bisa jadi nomor kesekian,” imbuh ustadz yang sukses dengan program pembibitan ribuan penghapal Qur’an ini. Yusuf Mansyur menghimbau agar seluruh komponen bangsa Indonesia hendaknya saling mendoakan, sehingga NKRI menjadi negeri yang makmur, sejahtera dan penuh barokah Alloh SWT.

Nasional

Persatuan Umat di Atas Segalanya

Inpasonline.com, 30/08/11

“Besok saja (31 Agustus). Qoidah ushul fiqih : Hukmul hakim yarfa’ul khilaf [keputusan hakim mengangkat (menghilangkan) perbedaan],” jelas Aminul ‘Aam Persyada (Persyarikatan Dakwah al-Haromain) KH. Ihya’ Ulumiddin saat dimintai pertimbangan mengenai sikap yang harus diambil terkait perbedaan jatuhnya 1 Syawal 1432 H. Sebagaimana diketahui, pemerintah bersama Ormas Islam, kecuali Muhammadiyah, menetapkan 1 Syawal 1432 Hijriyah jatuh pada hari Rabu (31/8). Dengan alasan petugas dan peralatan canggih (teropong) belum melihat anak bulan (hilal), maka pimpinan Ormas Islam (NU, Al Washliyah) Matlaul Anwar, Persis, MUI dan lainnya) dalam sidang itsbat (penetapan), memutuskan bulan Ramadhan 30 hari. Sedangkan pihak PP Muhammadiyah dengan perhitungan (hisab) telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari ini (Selasa/30/8/2011).