Membaca dan Menulis, Tradisi Umat Terbaik
Tak ada peradaban yang bangkit tanpa didahului kebangkitan tradisi ilmu. Tak ada peradaban yang mulia tanpa diwarnai aktivitas amar ma’ruf nahi munkar. Oleh karena itu, tradisi ilmu seperti apa yang harus kita miliki? Dalam beramar ma’ruf nahi munkar, lewat media apakah yang terhitung strategis?
Jauhi Hura-hura Tahun Baru yang Sia-sia!
Oleh Anwar Djaelani
Umat Islam dilarang melakukan aktivitas yang berkategori sia-sia. Umat Islam dilarang mengerjakan sesuatu yang tak bermanfaat karena itu termasuk perilaku orang-orang yang tak beriman. Kini, ketaatan kita atas ajaran mulia itu diuji saat aroma pesta sambut Tahun Baru 2012 menyeruak di sekitar kita.
Meneguhkan Kembali Budaya Ilmu
Oleh Kholili Hasib*
Inpasonline.com, 25/12/11
Untuk membangun peradaban mulia, ada dua tugas besar yang harus diemban ilmuan muslim. Yaitu, mempelajari konsep-konsep kunci dalam Islam dan mempelajari peradaban lain di luar Islam. Seperti disampaikan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil dalam orasi akhir tahun pada acara Musyawarah INSISTS Network di Trawas 18 Desember 2011 bahwa Ilmuan muslim harus memiliki dua ilmu; ilmu Islam dan ilmu tentang peradaban Barat. Ilmu tentang peradaban Barat perlu dipelajari, sebab tantangan terbesar di abad ini adalah hegemoni ilmu Barat.
Gagasan tentang Putih dan Rasisme
Oleh Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline.com, 25/12/11
“Dapatkan kulit putih seperti mutiara hanya dalam 7 hari”. “Kulitmu akan lebih cerah hanya dalam 3 minggu”. “Lebih putih dan lebih putih lagi”. Kata-kata dalam iklan sabun tersebut jamak kita baca dan dengar di media massa. Pikiran masyarakat lantas terkonstruksi bahwa ke-putih-an (whiteness) atau menjadi putih adalah sangat penting dalam sebuah kehidupan. Bahwa dengan menjadi putih dan lebih putih lagi, kita menjadi “normal” secara sosial.
Jejaring Sosial, IT, dan Globalization from Below
Oleh Kartika Pemilia Lestari*
Inpasonline.com, 15/12/11
Konferensi Media Islam Internasional (KMII) ke-2 yang bertajuk "New Media and Information Technology: Challenges and Opportunities" tengah digelar di Jakarta, 12-16 Desember 2011. Sesuai dengan tajuk yang diangkat, diskursus konferensi terutama difokuskan pada bagaimana umat Islam mampu memanfaatkan media sosial kemajuan umat.