Sejuta Lady Gaga dan Iman Kiai Said
Oleh M. Anwar Djaelani
Lady Gaga telah memesona banyak orang. Mereka yang terpesona berasal dari beragam kalangan, mulai awam sampai yang ‘terdidik’. Padahal, jika melihat pribadi dan –terutama- konser-konser musiknya, jelas dia pelaku kemunkaran.
Situasi menjadi kian aneh ketika di saat publik Indonesia ramai berpolemik tentang boleh-tidaknya Gaga manggung di Jakarta pada 03/06/2012, datang pernyataan sangat nyleneh dari KH Said Aqil Siraj. Lelaki yang menjabat sebagai Ketua Umum PB-NU itu enteng mengatakan: “Sejuta Lady Gaga yang datang ke Indonesia tidak akan mampu menggoyahkan iman warga NU, apalagi ini satu orang”. Kiai Said pun menambahkan, bahwa “Lady Gaga itu nggak haram” (www.tempo.co 22/05/2012).
Umat, “Ulama”, dan Fenomena Anti-Otoritas
Oleh Kholili Hasib
Pada Rabu malam 16/5/2012 sebuah stasiun televisi menyiarkan perdebatan tentang kedatangan penyanyi kontroversial, Lady Gaga dan lesbian Irshad Manji ke Indonesia. Selain yang kontra, terdapat seorang tokoh tidak mempersoalkan dua wanita kontroversial itu datang ke Indonesia menemui penggemarnya. Alasannya, iman umat sudah kuat, sehingga seribu wanita model Lady Gaga tidak akan menggoyahkan iman umat.
Ingat Manji, Terkenang Sodom dan Pompei
“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” (QS Huud [11]: 82).
Berani Menantang
Warga negeri ini perlu mawas diri, karena –ternyata- sejumlah aktivitasnya tergolong menantang. Lihatlah! Dengan difasilitasi sejumlah kalangan, Irshad Manji hadir di Indonesia di pekan pertama Mei 2012. Dia diagendakan berbicara di Jakarta, Jogjakarta, dan Solo. Siapa Manji? Manji adalah wanita Kanada pelaku lesbian dan bahkan aktif mengampanyekannya. Tak hanya itu, dia pun berani melecehkan Nabi SAW, Al-Qur’an, dan Islam.
Tanggapan Ustadz Hamid atas Tulisan ‘Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman’
Pengantar redaksi:
Pada 15/04/2012 Sirikit Syah (pengurus ICMI Jatim) menghadiri launching ‘Misykat’ -buku terbaru karya Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi- di Hotel Elmi Surabaya. Lalu, setelah membaca ‘Misykat’, Sirikit Syah menulis resensi/catatan berjudul ‘Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman’ dan dimuat www.inpasonline 13/05/2012.
Rupanya, ada sejumlah hal dari tulisan Sirikit Syah yang dirasa perlu ditanggapi secara khusus oleh Ustadz Hamid, demikian sebagian orang memanggil doktor bidang pemikiran Islam lulusan International Institute of Islamic Thought and Civilization - International Islamic University Malaysia (ISTAC-IIUM) itu.
Menghadang Barat, Memperkokoh Keislaman
Ada sebuah buku menarik yang patut dibaca kaum cendekia Islam dalam menghadapi berbagai tantangan di era global ini. Buku berjudul Misykat, Refleksi tentang Islam, Westernisasi dan Liberalisasi, ini berisi kritik pedas terhadap Barat dan pengingatan kembali pada keunggulan Islam. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, penulisnya, banyak menjawab persoalan westernisasi dan liberalisasi yang melanda Timur dan Islam; serta Islamophobia yang melanda Barat. Tak kalah pentingnya, Zarkasyi mengkritik kaum cendekia Islam di Indonesia sendiri, khususnya mereka yang kebarat-baratan dan agresif mengusung paham liberal dan sekular.