Category: Opini

Opini

Spirit Islamisasi Pemikiran di Bulan Suci

Oleh Kholili Hasib

Dalam Islam, tidak ada satupun aspek yang tidak terkait dengan ketuhanan. Mulai aktifitas makan, minum sampai aktifitas keilmuan, semua harus terkait dengan dasar keimanan. Ketika aspek teologi itu diceraikan, maka akan terjadi sekularisasi.

Opini

Madrasah Ramadhan dan Performa Kita

 

Oleh M. Anwar Djaelani

 

          Muhasabah adalah amalan yang harus kita lakukan setiap saat. Menjelang Ramadhan, muhasabah menjadi jauh lebih penting lagi. Misalnya, setelah dididik lewat Madrasah Ramadhan di tahun yang lalu, apakah performa kita di sepanjang tahun sampai bulan Sya’ban sekarang ini benar-benar selalu dijiwai oleh ‘ruh’ Ramadhan?

 

Opini

Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah

Oleh Kholili Hasib

Dalam mempelajari sebuah ilmu, harus memperhatikan kaidah dan petunjuk agama. Ilmu apapun jika menafikan petunjuk dan prinsip-prinsip dasar thalabul ilmi (mencari ilmu) akan mengakibatkan jatuh pada kesesatan. Belajar al-Qur’an dan Hadist, jika niat salah, maka kekeliruan yang didapat. Bahkan bisa tersesat jika konsep al-Qur’an dan hadisnya salah. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa ilmunya bertambah, namun tidak bertambah petunjuk, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR. Abu Nu’aim).

Opini

Jangan Takut Berkata ‘Jangan!’

Oleh M. Anwar Djaelani

          Al-Qur’an –yang merupakan pedoman hidup- memuat ratusan ayat berupa larangan. Ayat-ayat itu menggunakan kata ’jangan’. Tetapi, aneh, belakangan ini banyak orang tua atau guru yang seperti mengharamkan kata ’jangan’ dalam mendidik anak atau murid mereka.    

         

Opini

Jangan Sia-siakan Ramadhan Kita!

Oleh M. Anwar Djaelani

 

Ramadhan itu istimewa. Kita patut berbahagia menerima kehadirannya. Sebaliknya, sungguh tidak pada tempatnya jika kita menyia-nyiakan kedatangan bulan penuh barakah itu.

 

Berhati-hatilah! 

Kerap kali, performa kita di bulan Ramadhan masih jauh dari ‘atmosfir’ yang seharusnya. Jika tak berhati-hati, salah satu ‘ancaman’ serius bagi berkurangnya (bahkan -bisa jadi- rusaknya) nilai ibadah puasa Ramadhan kita adalah alat hiburan bernama televise (TV).