Menkes, Kondom, dan Seks Bebas
Oleh M. Anwar Djaelani
”Menkes Ingin Kampanyekan Kondom untuk Kelompok Seks Berisiko” (www.okezone.com 14/06/2012). Untuk berita yang sama, www.gatra.com 15/06/2012 menurunkan judul: ”Menkes Nafsiah: Galakkan Kondom”. Atas rencana itu banyak pihak yang keras menolaknya. Mengapa?
Menyudahi Konflik NU dan Syiah
Oleh Kholili Hasib*
Dari serangkaian konflik sosial dua tahun terakhir antara pengikut Syiah dan Ahlus Sunnah belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Mulai insiden Bangil, kasus Sampang Madura hingga yang terbaru di Kencong Jember, semuanya melibatkan dua kelompok -- yakni antara Syiah dan warga NU.
Gaga dan ‘Siapa Mencintai Siapa’
Oleh M. Anwar Djaelani
Hikmah penolakan keras atas rencana konser Lady Gaga –penyanyi pemuja setan- di sekitar Mei 2012 membawa pesan: Berhati-hatilah mengambil idola! Berhati-hatilah, sebab -di hari kiamat dan di akhirat- seseorang akan bersama orang yang dicintai atau diidolakannya.
Mengantisipasi Fundamentalisme Post-Patriarkal
Oleh Kholili Hasib
Dalam buku Spirituality and Society: Postmodern Visions (edisi Indonesia Visi-Visi Postmodern) Catherine Keller menulis sebuah catatan tentang tujuan utama (big goal) dari gerakan feminisme. Menurut pengajar teologi di Theological School Drew University Amerika Serikat ini, perang wacana gender terkait dengan cita-cita masyarakat postmodern, yakni masyarakat tak mengenal kelas, menjunjung kebebasan tak terbatas dan pluralis. Big goal gerakan feminisme sendiri terstruktur dalam sebuah masyarakat yang ia sebut dengan istilah ‘masyarakat post-patriarkal’.
Gaga, Said, dan NU
Oleh M. Anwar Djaelani
Ahad 27/05/2012 rencana konser Lady Gaga –penyanyi pengusung kemunkaran antara lain karena suka beratraksi tak senonoh- diumumkan pembatalannya. Beberapa jam setelah itu, Ketua Umum PB-NU Said Aqil Siradj berkata bahwa Lady Gaga “InsyaAllah mungkin saja lain kali bisa datang" (www.vivanews.com 27/05/2012). Jika ditambah dengan sikap-sikap Said sebelumnya yang tampak pro-Gaga, maka menarik kalau kita telaah dari sisi ‘visi-misi’ NU.