Category: Opini

Opini

KRISIS MORALITAS DAN PERBAIKAN AKHLAQ BANGSA

Oleh AINUL YAQIN[1]

Salah satu persoalan yang melanda bangsa Indonesia saat ini adalah adanya gejala dekadensi moral. Kerusakan moral yang melanda bangsa Indonesia sudah melewati tahap yang sangat mengkhawatirkan karena kerusakan moral tersebut sudah masuk di segala bidang dan melanda hampir seluruh komponen bangsa, baik aparatur negara maupun masyarakat umum.

 

Opini

Ajaran Penistaan Agama Picu Problem Sosial

Oleh Kholili Hasib*

Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang Kementerian Agama RI pada 17 Desember 2012 membedah buku “40 Masalah Syiah”, yang ditulis oleh Emilia Renita Az. Acara tersebut digelar di Hotel Millineum Tanah Abang Jakarta. Sebagai pembicara Jalaluddin Rakhmat, editor buku “40 Masalah Syiah”. Pembandingnya, Fahmi Salim MA dari MIUMI Pusat.

 

Opini

Pelajar dan ‘Arisan Aneh’ Itu

Oleh M. Anwar Djaelani

Ulah enam pelajar di Situbondo amat sangat mengejutkan. Mereka bikin arisan yang hasilnya dipakai untuk ‘jajan seks’. Berita itu semakin menegaskan bahwa orang tua dan sekolah (sebagai pihak dan lingkungan terdekat) harus lebih berbenah dalam pola kependidikan yang disampaikannya.

 

Opini

Songkok, E-KTP, dan Identitas Itu

Oleh Muhim Kamaluddin*

Sebagai warga negara yang baik, ketaatan kepada aturan yang dibuat oleh pemerintah adalah sebuah keharusan. Tak terkecuali untuk urusan Kartu Tanda Penduduk. Saya yakin bahwa tujuan pembuatan e-KTP yang sedang digalakkan pemerintah saat ini bertujuan untuk tertib administrasi, terlepas dari kekhawatiran-kekhawatiran beberapa pihak terkait penyalah-gunaan dari data e-KTP itu. Oleh karena itu, saya, walaupun terlambat, turut mengurus e-KTP, yang faktanya, wajib atas seluruh penduduk Indonesia yang sudah cukup usia.

 

Opini

Penodaan Agama dan Ilusi Ukhuwah

Oleh Kholili Hasib*

Ketika sukses menggulingkan Syah Reza Pahlevi pada tahun 1979, Ayatullah Khomeini membangun citra diri dan Iran di mata dunia Internasional dan Islam secara khusus. Vali Nasr -cendekiawan muda keturunan Iran- mengatakan, ambisi Khomeini bukan sekadar menjadikan dirinya pemimpin tertinggi Iran, atau pempimpin kaum Syiah di dunia, tapi juga memimpikan semua elemen dunia mengakuinya sebagai pemimpin tertinggi.