Ustadz Dzul Hilmi, Pemelihara Qira’ah Sab’ah di Surabaya
Inpasonline, 26/08/2010
SURABAYA - Sudah lebih dua puluh tahun, pria yang bernama lengkap Ahmad Dzul Hilmi Al-Ghozali ini, mengabdikan dirinya untuk Al-Qur’an. Kemampuannya dalam membaca dan memahami riwayat-riwayat qiro’ah al-Qur’an sudah diakui oleh guru-guru al-Qur’an di Surabaya. Bahkan ia dikenal sebagai satu-satunya guru qiro’ah sab’ah (qiroat tujuh) yang masih eksis di Surabaya, sebagaimana pengakuan para muridnya.
Metode puzzle, Metode Sesat Ala Agus Mustofa
Inpasonline, 25/8/10
Yang dimaksud metode ini adalah metode menafsirkan ayat al-Qur’an dengan ayat al-Qur’an (tafsîrul-Qur’ân bil-Qur’ân) bikinan Agus Mustofa.
Caranya, mengambil ayat-ayat yang berkenaan dengan topik tertentu yang tersebar di beberapa surat dalam al-Qur’an, kemudian kita menggabungkannya, merumuskannya, untuk selanjutnya mendapatkan gambaran utuhnya menurut persepsi kita sendiri.
Metode inilah yang digunakan oleh Agus Mustofa dalam mengambil kesimpulan yang terdapat dalam Al-Qur’an. “Semua buku yang saya susun dalam serial diskusi ini menggunakan metode puzzle,”aku Agus Mustofa.
Pemalsuan dan Otentisitas Hadits
Ainul Yaqin
Salah satu kritik beberapa pihak terkait dengan otentisitas hadits adalah adanya paktik pemalsuan hadits. Mereka menyimpulkan bahwa banyaknya pemalsuan hadits menyebabkan susahnya mencari hadits yang otentik sehingga dengan gegabah berkesimpulan, tidak ada hadits yang otentik. Sebagai bukti, Ulil mengutip pendapat Abu Rayyah:
Fisika Islami Versi Peneliti INSISTS Jakarta
inpasonline,24/8/2010
Melalui seorang penelitinya, INSISTS menawarkan sebuah metode mempelajari Fisika secara Islami. Metode ini diwacanakan oleh Usep Mohammad Ishaq, peneliti INSISTS yang sedang menempuh kuliah doktoral Ilmu Fisika di ITB. Sebagaimana yang ditulis dalam Islamia-Republika, ia mewacanakan metode tersebut untuk menepis kesalahpahaman sebagian orang dengan konsep dan proses Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Menurutnya, masih ada saja orang yang membayangkan bahwa Islamisasi sains berarti membuat “pesawat terbang Islam”, atau “mesin islam”. Atau, masih ada juga yang mengira bahwa Islamisasi hanyalah semata-mata berarti “mencocok-cocokkan” atau menjustifikasi ayat al-Qur’an dengan temuan sains atau sebaliknya.
Syaukani Oeng: Jangan Ubah Istilah-Istilah Islami
Inpasonline, 22/8/10
SURABAYA – Sering terjadi kesalahpahaman di kalangan masyarakat terhadap ajaran Islam yang disebabkan oleh pengubahan istilah-istilah yang khas Islam. Hal itu disampaikan oleh Al-Ustadz Syaukani Oeng dalam ceramah agamanya di Masjid Al-Falah, Surabaya pada hari Jum'at lalu. Salah satunya yang ia contohkan adalah konsep “shiyam” atau “shaum” yang disamakan dengan istilah “puasa”.