Kerjasama Antar Universtias Islam se-Dunia Diperkuat
Inpasonline, 10/1/11
Untuk kedua kalinya, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor dipercaya sebagai tuan rumah Konferensi Internasional antar Universitas Islam se-dunia. Sebelumnya, ISID juga pernah menjadi tuan rumah pada 2007. Kali ini, Konferensi yang difasilitasi oleh Rabithah al-Jami’ah al-Islamiyah (Liga Universitas Islam se-dunia) diadakan mulai kemarin 9 Januari 2011 selama empat hari.
Nestapa Umat di Perayaan Tahun Baru
Oleh Anwar Djaelani
Sangat memrihatinkan saat menyaksikan performa (sebagian) umat Islam di setiap perayaan tahun baru Masehi. Mereka melakukan beragam aktivitas yang tergolong sia-sia, tak beda dengan perilaku orang-orang yang tak beriman.
Dakwah Islam di Tanah Jawa
Arif Wibowo
(Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Rame-rame ngoyak doro mabur muluk adhuh,
Nusup sileming mego-wan
Alok-alok playune kesandhung-sandhung tobil
Sarange dhewe ucul
Jroning gupon akeh piyike
Nora kopen, kontrang-kantring
Akeh kang kabandhang gupone katon komplang
Jebulane, sakabehe, melik sarwa mala kang dudu mesthine
Amburu uceng, kelangan dheleg
Mrih tentreme bebrayan, urip ingkang prasaja
Tembang doro muluk yang dibawakan seniman Sujiwo Tejo dalam salah satu albumnya mempunyai kandungan yang sangat dalam, resep membuat suasana Sakinah dalam keluarga. Tembang dan geguritan, memang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Jawa. Mulai dari yang sangat Jawa seperti doro muluk dan Ilir-Ilir maupun yang kental corak Islamnya seperti Tombo Ati dan aneka sholawat berbahasa Jawa yang masih setia mengiringi jama’ah menuju masjid di sehabis dikumandangkannya adzan.
Natal, Ibadah Kaum Kristen
Adian Husaini, Ph.D
Pada 12 November 2010 lalu, PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI) dan KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI), mengeluarkan PESAN NATAL BERSAMA, yang mengangkat tema: “Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia.” ((bdk. Yoh. 1:9).
Sebagian Pesan Natal Bersama itu bisa kita simak sebagai berikut:
“Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: “Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Lih. Yoh.1:9-11). Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema: “Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”.
Konsep Pembaharuan Politik dan Pendidikan dalam Pemikiran al-Kawakibi
Oleh : Muhamad Sahrul Murajjab
Pendahuluan
Sejak penghujung abad ke-18 hingga masa-masa pasca runtuhnya Kekhalifahan ‘Utsmani di Turki tahun 1924, yang dibarengi era imperialisme dan kolonialisme Barat terhadap negara-negara Islam, kondisi kesejarahan umat Islam berada dalam titik yang menyedihkan.
Pada masa-masa itu, Dinasti Mogul Islam di India jatuh ke tangan imperialis Inggris, demikian juga dengan Kerajaan Øafawiyah di Iran. Sejumlah negara-negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim juga berada dalam cengkraman imperialisme negara-negara Eropa. Sebut saja misalnya Indonesia yang berada di bawah kekuasaan Belanda, Libya dijajah oleh Italia; Tunisia, al-Jazair dan Maroko oleh Perancis, serta Mesir dan negara-negara sebelah selatan Jazirah Arab oleh Inggris.
Selama masa-masa tersebut negara-negara Islam terpuruk dalam keterbelakangan dan kemunduran peradaban di segala bidang baik sosial, politik, maupun ekonomi. Sementara didalam tubuh umat terjadi kelumpuhan potensi-potensi kekuatan yang dimilikinya.[i] Ajaran-ajaran Islam banyak ditinggalkan, sebagaimana bid’ah dan khurafat menggejala dimana-mana.