Fauzil Adhim: Lokalisasi Berdampak Buruk Bagi Masyarakat
Fauzil Adhim, penulis buku-buku parenting menyesalkan keberadaan lokalisasi Dolly yang masih pro dan kontra, padahal sudah jelas lokalisasi berdampak sangat buruk bagi masyarakat.
Menelusuri Orisinalitas Gagasan Sekularisasi Nurcholis Madjid
Oleh: Adnin Armas, MA
Gagasan sekularisasi di Indonesia sulit dilepaskan dari nama Nurcholish Madjid, yang pada tanggal 2 Januari 1970 meluncurkan gagasannya dalam diskusi yang diadakan oleh HMI, PII, GPI, dan Persami, di Menteng Raya 58. Ketika itu, Nurcholish meluncurkan makalah berjudul “Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”. Gagasan itu kemudian diperkuat lagi dengan pidatonya di Taman Ismail Marzuki Jakarta, pada tanggal 21 Oktober 1992, yang dia beri judul "Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan di Indonesia". Setelah itu, berjubellah para propagandis sekularisasi di Indonesia.
Ismail Yusanto: Wikileaks Mengkonfirmasi Dugaan AS Mengintervensi Negara Lain
Fenomena pembocoran kawat rahasia AS oleh wikileaks membuat pemerintah AS kebakaran jenggot, banyak “bisik-bisik” rahasia yang selama ini disimpan, diobral oleh wikileaks. Kritik-kritik yang gencar dilontarkan HTI selama ini, mendapat pembenaran dari wikileaks yang didirikan oleh Julian Assangge. Untuk itu, Inspasonline melakukan wawancara dengan Ismail Yusanto, jubir HTI pada 22/12/2010.
Studi Kristologi Diulas Islamia-Republika Desember
Inpasonline, 23/12/10
Kali ini, Islamia-Republika mengulas sebuah studi yang oleh sebagian orang dianggap sebagai ulasan kebencian dan anti toleransi, yaitu studi Kristologi. Menarik, karena menurut Adian Husaini, benih keilmuan ini sebenarnya berasal dari Al-Qur’an sendiri yang menentang teologi Kristen terkait status Isa Al-Masih yang dianggap Tuhan dan anak Tuhan. Perdebatan juga terjadi di masa Nabi Muhammad SAW ketika menerima delegasi Kristen Najran.
Membangun Kembali Peradaban Islam: Perspektif Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil
Inpasonline, 20/12/10
Belakangan ini, nama Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi mulai banyak dikenal oleh para sarjana Indonesia, khususnya mereka yang bergelut dengan bidang pemikiran Islam. Gebrakan yang dilakukan bersama rekan-rekannya di INSISTS (Institut for the Study of Islamic Thought and Civilization), memang tergolong berhasil menghalau laju pemikiran-pemikiran Islam liberal yang sedang dijajakan oleh para pengekor orientalis. Ada sebuah gagasan yang senantiasa ia dengung-dengungkan dalam setiap forum dan tulisannya yaitu membangun kembali peradaban Islam.