Jemaat Ahmadiyah Memang Pembohong
inpasonline, 18/02/11
Permasalahan Ahmadiyah yang tidak kunjung ada habisnya tentu membuat banyak khalayak gerah. Kondisinya semakin diperparah dengan opini kawan-kawan lslam liberal yang semakin menyudutkan umat Islam. Bukannya mencari solusi, kawan-kawan kita dari Islam Liberal ini justru memperkeruh keadaan dengan mengatakan Ahmadiyah sama dengan Islam. Padahal kajian terhadap Ahmadiyah ini sudah dilakukan oleh para ulama sejak ia baru muncul. Kesimpulannya sama, Ahmadiyah di luar Islam.
Rindu Pemimpin Anti-bohong -Refleksi Maulid Nabi Muhammad SAW 1432-
Oleh M. Anwar Djaelani
Kini, kejujuran telah menjadi sikap yang langka. Sebaliknya, bohong tampak telah menjadi ‘pakaian’ keseharian. Kesan itu –antara lain- bisa diperoleh jika kita memerhatikan berbagai bentuk kegelisahan kaum terpelajar yang lalu mencangkan Gerakan Moral melawan kebohongan, akhir-akhir ini.
Saudi Kaji Rencana Penambahan Kuota Haji Indonesia
Jakarta-Permintaan penambahan kuota haji dari pemerintah direspon baik oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. "Pihak kami masih mengkaji usulan permintaan Indonesia tentang penambahan kuota," kata Duta Besar Arab Saudi Abdurahman Mohammad Amen Al Khayyat kepada wartawan disela acara deklarasi Asphurindo (Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan In-bound Indonesia di Jakarta, Rabu (16/2).
Uswah Khalifah untuk Akhiri Ahmadiyah
Oleh Robinsah*
Menyusul masalah yang terkait dengan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa malam 8/2/2011 imam besar masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Ali Mustafa Yakub berdialog di salah satu TV swasta.
Guru besar Hadits di Institut Ilmu-ilmu Al-Qur'an Jakarta itu menjelaskan bahwa pokok permasalahan mendasar dalam kasus Ahmadiyah terletak pada klaim mereka yang masih memproklamirkan diri sebagai bagian dari Islam, tapi secara bersamaan mereka juga memiliki keyakinan/ajaran yang menyatakan bahwa ada Kitab Suci selain Al-Qur’an (yaitu Tadzkirah) serta pengakuan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Pemerintah Akan Bangun Asrama Mahasiswa di Mesir
Kabar gembira bagi mahasiswa Indonesia di Kairo. Dalam waktu dekat Pemerintah RI berencana membangun asrama di Ibukota Mesir itu guna membantu para mahasiswa yang tengah menyelesaikan pendidikan di negeri tersebut."Asrama tersebut seharusnya sudah terbangun dua tahun silam, tapi menemui kendala,”kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Choirul Fuad di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Minggu.