MUI Gelar Pameran Halal Internasional
Jakarta-Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) akan mengadakan pameran produk halal internasional yang akan berlangsung 24-26 Juni 2011, di Gedung SMEScO, Jakarta.
Politik Liberalisasi Amerika Serikat terhadap Pendidikan Islam di Indonesia – Tinjauan Kritis atas Globalisasi (Tulisan 1)
Oleh Kartika Pemilia Lestari*
Being an extra [figurant] in virtual reality is no longer being an actor or a spectator. It is to
be out of the scene [hors-scene], to be obscene.
Jean Baudrilliard, DisneyWorld Company, 1996
Sistem negara-bangsa (nation-state) pertama kali dicetuskan dan diakui pada Perjanjian Damai Westphalia (1648). Sistem ini menganugerahkan wewenang/otoritas penuh bagi penguasa lokal untuk memerintah dan menolak semua bentuk imperalisme dan tahta suci (agama). Perjanjian ini juga menjadi pilar-pilar awal diplomasi, persamaan, non-intervensi, kedaulatan dan hukum-hukum internasional yang diakui hingga zaman ini.[1]
Sambut Kebangkitan Islam Tanpa Pertumpahan Darah
Inpasonline, 21/05/11
Suatu peradaban akan bangkit, jika elemen-elemen pembentuknya terintegrasi dalam satu komunitas yang besar. Persoalannya sekarang, bagaimana Negara-negara Islam saat ini membangun elemen-elemen peradaban Islam itu secara integral.
Menurut Dr. Siti Muti’ah Setiawati,MA, dosen Kajian Timur Tengah (KTT) Pascasarjana UGM Yogyakarta, sesungguhnya masyarakat Eropa telah memberi contoh bagaimana cara suatu bangsa itu bisa bangkit. Saat ini Eropa telah memiliki mata uang tunggal yaitu Euro. Sebelumnya mereka membentuk komunitas, seperti kerjasama perdagangan besi dan batu bara. Kerjasama inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).
Bahasa Arab Wajib di Sekolah-sekolah Israel
Inpasonline, 20/5/11
Pemerintah Israel menyetujui program baru yang akan menetapkan Bahasa Arab sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Israel Utara. Pelajaran Bahasa Arab mulai diberlakukan di kelas lima.
Feminis Saudi Serukan Poliandri
Arab Saudi kita kenal sebagai negara yang menerapkan aturan ketat bagi wanita. Namun siapa sangka, Arab Saudi ternyata mampu melahirkan seorang penulis liberal-feminis yang bernama Nadine el-Bedair. N
adine lahir pada 4 Oktober 1978, dari pasangan pengusaha Saudi Sulaiman El-Bedair dan Nabilah Nazir. Saat ini Nadine menetap di Dubai.