Author: admin

Pemikiran Islam

Politik Liberalisasi Amerika Serikat terhadap Pendidikan Islam di Indonesia – Tinjauan Kritis atas Globalisasi (Tulisan 1)

 

Oleh Kartika Pemilia Lestari*

 

Being an extra [figurant] in virtual reality is no longer being an actor or a spectator. It is to

be out of the scene [hors-scene], to be obscene.

Jean Baudrilliard, DisneyWorld Company, 1996

 

Sistem negara-bangsa (nation-state) pertama kali dicetuskan dan diakui pada Perjanjian Damai Westphalia (1648). Sistem ini menganugerahkan wewenang/otoritas penuh bagi penguasa lokal untuk memerintah dan menolak semua bentuk imperalisme dan tahta suci (agama). Perjanjian ini juga menjadi pilar-pilar awal diplomasi, persamaan, non-intervensi, kedaulatan dan hukum-hukum internasional yang diakui hingga zaman ini.[1]

Nasional

Sambut Kebangkitan Islam Tanpa Pertumpahan Darah

Inpasonline, 21/05/11

Suatu peradaban akan bangkit, jika elemen-elemen pembentuknya terintegrasi dalam satu komunitas yang besar. Persoalannya sekarang, bagaimana Negara-negara Islam saat ini membangun elemen-elemen peradaban Islam itu secara integral.

Menurut Dr. Siti Muti’ah Setiawati,MA, dosen Kajian Timur Tengah (KTT) Pascasarjana UGM Yogyakarta, sesungguhnya masyarakat Eropa telah memberi contoh bagaimana cara suatu bangsa itu bisa bangkit. Saat ini Eropa telah memiliki mata uang tunggal yaitu Euro. Sebelumnya mereka membentuk komunitas, seperti kerjasama perdagangan besi dan batu bara. Kerjasama inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE).

Internasional

Feminis Saudi Serukan Poliandri

Inpasonline, 20/5/11

Arab Saudi kita kenal sebagai negara yang menerapkan aturan ketat bagi wanita. Namun siapa sangka, Arab Saudi ternyata mampu melahirkan seorang penulis liberal-feminis yang bernama Nadine el-Bedair. Nadine lahir pada 4 Oktober 1978, dari pasangan pengusaha Saudi Sulaiman El-Bedair dan Nabilah Nazir. Saat ini Nadine menetap di Dubai.