“My Fellow American” Meluncur di “The Dream Land”
Inpasonline, 11/1/11
Amerika selalu menjadi melting pot (tempat peleburan) berbagai agama, ras dan suku bangsa di dunia. Masyarakat dunia menganggapnya sebagai“the dream land” atau tanah impian, tempat orang mengejar mimpi demi sebuah penghidupan dan status yang lebih layak. Namun pasca 11 September, Amerika menjadi tempat yang sarat dengan aroma permusuhan serta kebencian.
Respon Umat Islam Terhadap Globalisasi
Kartika Pemilia Lestari*
Tidak ada subjek diskusi publik kontemporer yang lebih menarik perhatian dan kebingungan kecuali diskusi seputar hubungan antara ‘Islam’ dan ‘Barat’; baik yang berkaitan dengan hubungan antara pemikiran Islam dan pemikiran Barat, hubungan antara negara-negara Islam dan negara-negara non-Islam, maupun hubungan antara orang Muslim dan orang non-Muslim yang terjadi di negara Barat; semua hubungan tersebut memiliki kecenderungan di kedua belah pihak, yakni kecenderungan untuk menuju ke arah sikap optimis dan kritis. Di sini sengaja dipilih term ‘kritis’ karena kelompok kedua ini tidak bisa dibilang pesimis terhadap globalisasi, namun mereka menerima globalisasi dengan kritis. Kekritisan tersebut kemudian memunculkan sikap kreatif dan inovatif dalam membendung dampak negatif globalisasi.
Tarmizi A Hamid, Berjuang Menyelamatkan Manuskrip Aceh
Inpasonline.com, 11/06/11
Lelaki itu tampak serius membolak-balikkan halaman sebuah kitab kuno Beraksara Arab-Jawi. Kitab berbalut sampul kain berwarna hijau itu, sudah terlihat usang di makan zaman.
Satu per satu halaman dibuka, tiba-tiba dia mendadak lesu saat mendapati salah satu halaman di kitab tersebut yang sudah bolong dimakan rayap.
Pendidikan Multikultural Mendekonstruksi Teologi Islam
Oleh: Prihanto
Dewasa ini dunia pendidikan Islam dihadapkan pada wacana baru yang dikemas dengan kata-kata dan istilah menarik perhatian banyak kalangan. Wacana tersebut adalah pendidikan multikultural. Pendidikan yang berparadigma inklusif dan pluralis ini, hadir dengan menawarkan pengenalan keanekaragaman budaya. Konsep ini sebetulnya memprotes pendidikan Islam saat ini. Alasannya adalah, pendidikan agama -terutama agama Islam- selama ini dianggap sebagai pendidikan yang eksklusif dan dogmatis. Wacana ini menjadi berkembang ketika mendapat respon yang positif dari pihak pemerintahan, cendikiawan, dan para akademisi. Yang menjadi persoalan adalah, model pendidikan ini sudah melampaui toleransi, karena mengusung pluralisme agama dan mendekonstruksi konsep-konsep teologis.
32 Rekomendasi Syariah Kongres Umat Islam Bekasi
Inpasonline.com, 09/06/11
REKOMENDASI SIDANG KOMISI DAKWAH, SYARIAT ISLAM DAN KEPEMIMPINAN