Rasulullah, Manusia Istimewa
Sudah mafhum jika masyarakat Barat dikenal membenci Rasulullah. Maklum, itu adalah bagian propaganda dari tokoh-tokoh non-Muslim yang memang tidak menginginkan Islam menyebar di negara mereka.
Namun demikian, masih ada diantara mereka yang mengkaji Rasulullah secara tulus dan adil. Sebut saja misalkan, Michael H. Hart dalam bukunya The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History, dengan jujur mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang sukses baik dalam bidang agama maupun duniawi. Demikian juga profesor sejarah Amerika, Richard Fletcher dalam The Cross and the Crescent (2007) mengakui bahwa Nabi Muhammad yang membawa Islam berhasil membawa pengaruh yang jauh lebih besar dibanding Romawi yang kemunculannya jauh lebih lama dibanding Islam.
Historical Fact and Fiction : Sejarah Islam adalah Sebuah Dignity
Inpasonline.com, 04/11/11
Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas (SMN al-Attas) kembali menuangkan pikiran-pikirannya yang brilian dalam sebuah buku fenomenal Historical Fact and Fiction (HFF). Pertama kali dilaunching 9 September 2011, buku ini berhasil menyita perhatian kalangan intelektual di tanah airnya, Malaysia, dan di Indonesia, dimana murid-murid SMN al-Attas banyak yang berasal dari sini.
InPAS Membedah Buku Terbaru Prof. SMN al-Attas di Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya
Inpasonline.com, 01/11/11
Banyak yang menulis sejarah dan menggunakan fakta-fakta sejarah, tetapi hanya Prof. Dr. Syed Muhammad Naquib al-Attas yang memiliki pandangan yang lebih komprehensif dan luas dari segi falsafah dan kaidahnya yang juga membantu menyelesaikan beberapa masalah penting mengenai sejarah Islam di alam Melayu. Nama Prof. SMN al-Attas sudah identik sebagai pendekar dalam sejarah Melayu.
Siapa Bilang NU Menerima Syi’ah?
Inpasonline.com, 01/11/11
Di Makassar Sulawesi Selatan beredar isu bahwa ormas NU itu dekat dengan aliran Syi’ah. Disebut-sebut ada pemimpin NU yang condong ke Syi’ah. Bahkan Gus Dur pernah mengatakan NU adalah Syi’ah kultural.
Polri Kirim Pasukan Perdamaian ke Darfur Sudan
Inpasonline.com, 31/10/11
Markas Besar Kepolisian RI mengirim 140 anggota ke Sudan. Pengiriman pasukan ini dilakukan untuk membantu mencegah meluasnya konflik bersenjata dan menciptakan perdamaian di Sudan Selatan pasca-referendum.