Maju dengan Membaca dan Menulis
Oleh M. Anwar Djaelani
Tradisi literasi -membaca dan menulis- menempati posisi terpenting dalam Islam. Tradisi itu memiliki landasan yang kukuh karena berasal dari perintah Allah di dalam Al-Qur'an. Bahkan, kedudukannya menjadi sangat fenomenal karena berupa wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW.
Jadilah Islamist, bukan Islamolog
Oleh Ainul Yaqin*
Islam adalah ibarat pohon yang sempurna. Akarnya tertanam kokoh, sebuah simbol dari aqidah Islam yang mantap. Batangnya berdiri menjulang ke langit, cabang dan rantingnya menyebar dengan ditumbuhi dedaun yang rimbun adalah cerminan dari syari’at Islam. Darinya tumbuh bunga-bunga yang sedap dan indah dipandang serta buah-buahan yang lezat enak dimakan. Inilah cerminan dari ihsan.
Teologi dan Etika Sosial Masyarakat Islam
Oleh Kholili Hasib
Akbar S. Ahmed dan Ernest Gellner pernah mengatakan bahwa ternyata saat ini semarak keberagamaan umat manusia semakin diminati. Sekularisasi gagal, kata Akbar. Terkait dengan itu, tatanan konsep masyarakat Islam menjadi alternatif. Masyarakat Islami adalah masyarakat beradab, masyarakat yang religius, sekaligus masyarakat berilmu.
Whitney dan ‘Kunci Semua Keburukan’
Oleh M. Anwar Djaelani
Whitney Houston wanita sangat terkenal. Dia penyanyi AS bersuara sangat bagus dan memiliki sangat banyak fans. Tapi, kematiannya –saat berusia 48 tahun- ‘menarik’ karena beredar spekulasi bahwa itu karena minuman keras yang dikonsumsinya di saat-saat akhir. Sampai tulisan ini dibuat -8/3/2012- penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi, menunggu hasil tes toksikologi.
Mengadabkan Pemikiran
Oleh Kholili Hasib
Perilaku, karakter dan adab seseorang dikendalikan oleh pikiran. Alparslan Acikgenc, pakar filsafat Islam asal Turki mengatakan, pikiran itu menjadi motor perbuatan (Alparslan, Islamic Science Towards A Definition, hal. 29). Baik buruknya perilaku dikendalikan oleh pemikiran manusia. Lebih detilnya diatur oleh keyakinannya. Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan, untuk memperbaiki akhlak, seorang muslim harus melakukan riyadlah al-nafs – yaitu membersihkan hati, meninggalkan maksiat dan memperbanyak amal sholih. Dalam bahasa Imam al-Ghazali, akhlak itu gambaran batin seseorang (Ihya Ulumuddin hal. 55).