Skandal al-Qur’an Syiah dan Orientalis
Oleh Kholili Hasib
Simpang-siurnya isu tahrif al-Qur’an dalam pemikiran Syiah menjadi pertanyaan masyarakat saat ini. Dalam kenyataannya, pustaka-pustaka standar Syiah memuat riwayat-riwayat adanya tahrif dalam al-Qur’an. Namun pada sisi lain, memang ada di antara pemikir dan ulama’ Syiah kontemporer yang menolak isu tahrif al-Qur’an.
Membela Nabi, Ekspresi Cinta Nabi!
Oleh M. Anwar Djaelani
“Saat Nabimu dihina, apa wujud pembelaanmu sebagai bukti cintamu kepadanya?” Bukan tak mungkin -kelak di Hari Perhitungan- itu adalah salah satu pertanyaan terpenting yang harus kita jawab.
Melawan dengan Tak Menonton Filmnya
Oleh Sirikit Syah
Sebagaimana peristiwa 9/11, sekali lagi, para pemfitnah berhasil mengadu domba antara Barat dan Islam. Peristiwa 9/11 yang memicu penjajahan modern di beberapa negara Timur Tengah, sampai sekarang masih menyimpan tanda tanya tentang siapa dalang di balik itu. Para aktor atau pelaku sudah tewas dalam melaksanakan “tugas”nya. Yang dikambing-hitamkan sudah hancur lebur (Irak, Afghanistan, kaum Muslim tak berdosa di Guantanamo). Namun siapa dalang dan mengapa itu terjadi, tidak pernah terungkap sampai sekarang. Selain menuduh Bin Laden dan kaum fundamentalis Islam, tak sedikit orang menyangka itu kerjaan Mossad, atau bahkan pemerintahan Bush sendiri. Secara teknik dan kasat mata, memang tidak masuk akal/logika bahwa gedung sekokoh itu runtuh dengan rapi bila hanya ditabrak sebuah pesawat.
Siapa Menolak Fatwa Syiah Sesat?
Oleh M. Anwar Djaelani
Dunia makin aneh! Misal, cukup banyak yang menyoal -tanpa alasan yang meyakinkan- fatwa Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim) yang bernomor 01/SKF-MUI/JTM/I/2012 tentang “Kesesatan Ajaran Syiah” dan bertanggal 21/01/2012. Bahkan, ada yang memintanya dicabut. Tepatkah sikap-sikap itu?
Sekjen MIUMI: Kaum Liberal Jangan Buat Film Menghina Agama
Terkait film anti-Islam “Innocence of Muslims” yang memicu demo besar-besaran, Bachtiar Nasir -Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama’ Muda Indonesia)- mengingatkan kaum Liberal Indonesia untuk tidak membuat film yang menista agama.
“Film ini (Innocence of Muslims) juga sebagai warning bagi mereka yang menuhankan kebebasan berekspresi. Termasuk di Indonesia. Saya dengar ada yang bikin film lagi berlatar belakang pesantren,” ujarnya.