Berbeda, antara Penafsiran dan Penistaan Agama
Oleh Kholili Hasib*
Setiap kali Ahlussunnah (Sunnah) dan Syiah berperang opini, bisa dipastikan aktivis Liberal mem-backup opini Syiah. Sejumlah tokoh Syiah juga cenderung ber-framework Liberal. Kenyataan ini menunjukkan bahwa di Indonesia, Liberalisme telah menjadi ‘agen’ dalam ekspansi dakwah Syiah yang bergerak secara kolaboratif. Persoalannya adalah, dukungan tersebut bisa makin memperkeruh penyelesaian Sunnah kontra Syiah.
Syahadat, Deklarasi Keimanan yang Indah
Oleh M. Anwar Djaelani
Hal paling pokok dari Islam tersimpul dalam rukun iman yang enam. Semua itu berintikan kepada rukun “Iman kepada Allah dan iman kepada Rasul-Nya”: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah. Kalimat tersebut bernama dua kalimat syahadat karena mengandung dua syahadat (persaksian).
Madzhab Ahlul Bait?
Oleh Kholili Hasib
Salah satu isu utama yang beredar di kalangan Syiah adalah penyebutan “Madzhab Ahlul Bait”. Sejauh ini, belum ada catatan sejak kapan tepatnya Syiah (Imamiyah) mendeklarasikan sebagai madzhab Ahlul Bait. Tapi sebutan ini sudah cukup populer. Dua ormas Syiah menggunakan sebutan ini, yaitu IJABI (Ikatan Jama’ah Ahlul Bait Indonesia) dan ABI (Ahlul Bait Indonesia).
Surkati Menginspirasi Banyak Tokoh
Oleh M. Anwar Djaelani
Menarik, ketika Bung Karno berkesaksian tentang Ahmad Surkati, bahwa: "Almarhum telah ikut mempercepat lahirnya gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia.” Siapa Ahmad Surkati?
Menolong Palestina via Khutbah Jum’at
Oleh M. Anwar Djaelani
Jika kita cermati, isi khutbah Jum’at di banyak masjid selama ini relatif kurang memadai. Setidaknya menurut hemat saya, sebagian besar dari khutbah-khutbah itu kerap tak menyentuh secara langsung masalah-masalah aktual. Tema iman dan taqwa sering disampaikan secara ‘apa adanya’ tanpa dibawa ke persoalan-persoalan kekinian. Ini, sangat disayangkan, sebab peluang untuk memerkukuh kualitas umat Islam (dalam artian luas) menjadi berkurang.