Gundah, Saat Ghirah Musnah
Oleh M. Anwar Djaelani
Jika kita ‘tak ridha’ saat menyaksikan (berbagai) kemunkaran berlangsung di sekitar kita, maka perasaan apakah itu? Jika kita ‘tak rela’ ketika melihat (aneka) kemaksiatan terjadi di dekat kita, maka normalkah perasaan itu?
Mujahadah Membentuk Jiwa Beradab
Oleh Kholili Hasib
Mujahadah telah menjadi karakteristik utama para ulama’ salaf. Imam al-Sya’rani mengatakan mujahadah itu kewajiban yang tak terputus, sepanjang masa seorang muslim wajib berjihad melawan hawa nafsunya. Sebab, nafsu secara terus-menerus menggoda manusia agar meninggalkan syariat Allah Subhanahu wa ta’ala. Maqam (kedudukan tinggi seorang hamba di sisi Allah Swt) tidak mungkin diraih tanpa jihad nafsu. Ia mengatakan: “Barang siapa yang menyangka dirinya telah mencapai derajat tanpa mengerahkan usaha melawan nafsu dalam beribadah, maka sungguh itu mustahil” (Tanbih al-Mughtarin, hal. 111).
Spirit Islamisasi Pemikiran di Bulan Suci
Oleh Kholili Hasib
Dalam Islam, tidak ada satupun aspek yang tidak terkait dengan ketuhanan. Mulai aktifitas makan, minum sampai aktifitas keilmuan, semua harus terkait dengan dasar keimanan. Ketika aspek teologi itu diceraikan, maka akan terjadi sekularisasi.
Madrasah Ramadhan dan Performa Kita
Oleh M. Anwar Djaelani
Muhasabah adalah amalan yang harus kita lakukan setiap saat. Menjelang Ramadhan, muhasabah menjadi jauh lebih penting lagi. Misalnya, setelah dididik lewat Madrasah Ramadhan di tahun yang lalu, apakah performa kita di sepanjang tahun sampai bulan Sya’ban sekarang ini benar-benar selalu dijiwai oleh ‘ruh’ Ramadhan?
Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah
Oleh Kholili Hasib
Dalam mempelajari sebuah ilmu, harus memperhatikan kaidah dan petunjuk agama. Ilmu apapun jika menafikan petunjuk dan prinsip-prinsip dasar thalabul ilmi (mencari ilmu) akan mengakibatkan jatuh pada kesesatan. Belajar al-Qur’an dan Hadist, jika niat salah, maka kekeliruan yang didapat. Bahkan bisa tersesat jika konsep al-Qur’an dan hadisnya salah. Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa ilmunya bertambah, namun tidak bertambah petunjuk, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR. Abu Nu’aim).